Sakit Hati, Eks Striker AC Milan Sindir Mantan Klubnya

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 22 Agu 2019, 08:15 WIB
Diperbarui 29 Agu 2019, 14:36 WIB
Dramatis, Gol Patrick Cutrone Bawa AC Milan Tekuk AS Roma 2-1

Liputan6.com, Milan - Patrick Cutrone sudah hengkang ke klub Liga Inggris setelah didepak AC Milan musim ini. Cutrone mengaku tersingkir dari AC Milan karena Rossoneri lebih suka memakai jasa pemain asing.

Cutrone adalah pemain didikan akademi AC Milan. Ia mulai berlatih di tim akademi sejak tahun 2017.

Ia kemudian masuk ke skuat senior pada tahun 2017. Tapi, pada musim panas 2019 ini, ia didepak ke Inggris.

Milan sendiri sebelumnya memastikan akan mengandalkan Krzysztof Piatek. Ia nanti kemungkinan akan ditemani Rafael Leao, yang didatangkan setelah Cutrone hengkang.

Selain Leao, AC Milan sebelumnya berencana mendatangkan Angel Correa dari Atletico Madrid. Namun ia tak kunjung datang ke San Siro karena kendala harga.

2 of 3

Sindiran Cutrone

Top Scorer Liga Europa
Eks striker AC Milan Patrick Cutrone. (AFP/Miguel Medina)

Cutrone jelas sangat mencintai Milan. Ia mengaku bermain bagi Rossoneri dan mencetak gol di San Siro adalah mimpinya sejak kecil.

Transfernya ke Wolverhampton itu sepertinya telah membuatnya sakit hati. Ia pun sampai berani menyindir Milan.

“Itu selalu cerita yang sama: orang asing lebih disukai kita. Bagi kami yang berusia dua puluh tahunan, itu sulit," sindirnya pada Gazzetta dello Sport.

"Tetapi bagaimanapun saya ingin menekankan sesuatu: Saya akan selalu berterima kasih kepada Milan atas apa yang mereka berikan kepada saya," sambung Cutrone.

3 of 3

Mirip Torino

Striker berusia 21 tahun ini kemudian membahas kesannya selama di Wolverhampton. Ia mengaku puas dengan segala sesuatunya di klub barunya tersebut.

Ia kemudian juga memperhatikan bahwa klub ini mirip dengan Torino. Ada sejumlah hal yang dinilainya mirip di antara kedua tim tersebut.

"Kesan pertama saya sangat bagus," aku Cutrone.

"Saya diterima dengan sangat baik dan saya sudah menetap di sana. Saya tidak suka tinggal di sebuah hotel, jadi saya telah menemukan sebuah rumah di mana sahabat saya telah menemani saya," bebernya.

"Itu akan sulit melawan Torino. Mereka adalah tim yang bagus dan ada beberapa kesamaan antara kami dan mereka: penggemar yang bersemangat, karakter, kebanggaan, rasa memiliki," terangnya.

Lanjutkan Membaca ↓