Tancap Gas di Liga Inggris, Ternyata Masa Kecil Raheem Sterling Penuh dengan Kesedihan

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 19 Agu 2019, 10:00 WIB
Diperbarui 28 Agu 2019, 18:02 WIB
Raheem Sterling

Liputan6.com, Manchester - Raheem Sterling langsung tancap gas di musim baru Premier League. Bersama Manchester City, winger lincah Timnas Inggris itu telah mencetak empat gol dari dua pertandingan di Premier League.

Bahkan, Raheem Sterling mencetak tiga gol kala Manchester City menang 5-0 atas West Ham United di London Stadium, 10 Agustus lalu. Dia juga mencetak satu gol kala The Citizens, sebutan Manchester City, bermain imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu.

Kendati demikian, Sterling memiliki nasib malang saat masih kecil. Dia merupakan anak yang lahir di Kingston, Jamaika. Ketika Sterling berusia dua tahun, dia kehilangan seorang ayah yang dibunuh.

Nasib malang Sterling tak berhenti sampai di sana. Tak lama setelah ayahnya meninggal, sang ibu, Nadine Sterling memutuskan untuk pergi ke London, Inggris, untuk meraih gelar sarjananya. Nadine meninggalkan Sterling di Jamaika, 5.000 mil jauhnya dari London.

"Ibu saya pergi ke Inggris agar bisa mendapatkan gelarnya dan memberi kami kehidupan yang lebih baik," ujar Sterling, dikutip dari The Player Tribune.

Raheem Sterling baru menyusul sang ibu ke London saat usianya baru lima tahun. Di London, Sterling mengaku kesulitan beradaptasi karena budaya di Inggris berbeda jauh dengan tanah kelahirannya.

"Hal itu menyulitkan karena budaya di sana sangat berbeda dari apa yang biasa saya lakukan. Kami juga tidak punya banyak uang. Ibuku selalu memastikan kami memiliki apa yang kami butuhkan, tetapi hidup tidak selamanya indah," kata Raheem Sterling, yang pernah bermain di Liverpool.

 

2 of 3

Hampir ke Akademi Arsenal

Raheem Sterling - Manchester City
Raheem Sterling mencetak tiga gol saat Manchester City menang 5-0 atas West Ham United pada laga pekan pertama Premier League 2019-20. (AFP/Ian Kington)

Sterling, sejak kecil memang sudah berbakat dalam sepak bola. Dia sempat mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi di Akademi Arsenal, tapi batal. Sang ibu melarangnya bergabung dengan klub berjulukan Meriam London.

"Fulham menginginkan saya. Arsenal juga demikian. Dan ketika Arsenal menginginkan Anda, tentu saja di kepala Anda harus pergi ke sana. Arsenal adalah klub terbesar di London. Siapa yang tak ingin bergabung bersamanya. Saya pun berkeliling di sekitar rumah untuk memberi tahu teman-teman saya: Saya akan berangkat ke Arsenal," kataya.

"Namun, bu berkata ke saya: 'Nak, jika kamu pergi ke sana, akan ada 50 pemain yang sama baiknya dengan kamu. Kamu akan menjadi barisan angka saja. Kamu harus pergi ke suatu tempat di mana kami bisa bekerja sesuai dengan caramu," ujar Sterling melanjutkan.

Sterling pun memikirkan nasehat Nadine. Dia pun mencoba mendengarkannya dan bergabung dengan akademi Queens Park Rangers pada 2003 hingga akhirnya direkrut Liverpool tahun 2010.

"Ibu meyakinkan saya untuk pergi ke QPR, dan itu mungkin keputusan terbaik yang pernah saya buat. QPR membantu permainan saya berkembang," ucapnya.

 

3 of 3

Statistik Sterling

Berikut statistik Raheem Sterling selama bermain di Premier League pada 2012 hingga sekarang:

Main: 228

Menang: 140

Kalah: 46

Gol: 70

Assist: 43

Umpan: 7.182

Kartu kuning: 25

Kartu merah: 1

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓