Tak Raih Gelar Liga Champions, Manajer Manchester City Dikritik Van Gaal

Oleh Liputan6.com pada 04 Agu 2019, 08:20 WIB
FOTO: Selebrasi Manchester City Usai Raih Juara Liga Inggris

Liputan6.com, Manchester - Pada musim lalu, Pep Guardiola berhasil mempersembahkan gelar Premier League bagi Manchester City setelah unggul satu angka dari pesaingnya, Liverpool, dalam klasemen akhir. Padahal kalau dilihat dari poin, sebenarnya The Reds sudah pantas untuk keluar sebagai juara.

Mantan nahkoda Barcelona tersebut seolah membuktikan bahwa sebaik apapun Liverpool tampil di Premier League, mereka akan tetap unggul. Bahkan satu-satunya kekalahan yang dirasakan skuat asuhan Jurgen Klopp tersebut berasal dari Manchester City.

Seolah belum cukup, Guardiola juga mengantarkan The Citizens meraih dua gelar di kancah domestik lainnya, yakni FA Cup dan Carabao Cup.

Belum lagi jika mengingat musim lalu, di mana Manchester City sukses juara Premier League dengan pencapaian 100 poin.

Tapi di antara serangkaian prestasi tersebut, Guardiola belum pernah sekalipun menyumbangkan gelar Liga Champions dari tiga musim kepemimpinannya di Manchester City. Hal inilah yang kemudian jadi celah bagi eks manajer MU, Louis Van Gaal untuk mengkritisinya.

 

 

2 of 3

Komentar Van Gaal

Menang Telak, Manchester City Bantai 5-0 Liverpool
Pelatih Liverpool Juergen Klopp (kiri) dan pelatih Manchester City Pep Guardiola berdebat saat menyaksikan pertandingan Manchester City menjamu Liverpool di Stadion Etihad, Manchester (9/9). (AP Photo/Rui Vieira)

"Level tertinggi adalah Liga Champions, dan dia belum pernah berhasil memenangkannya bersama Manchester City atau Bayern Munchen," tutur Van Gaal kepada France Football.

"Memenangkan Liga Champions untuk kedua kalinya itu fantastis, Guardiola telah menjuarai semua yang bisa dimenangkan di Inggris. Namun, ini adalah konsekuensi dari kekhawatiran soal bagaimana timnya bermain dan bukan kepada lawan," lanjutnya.

Kekhawatiran itu, lanjut Van Gaal, merupakan penyebab dari kegagalan Guardiola meraih Liga Champions. Menurutnya mentalitas seperti itu tidak akan berlaku di ajang Liga Champions, tempat bermacam-macam klub besar Eropa berkumpul.

"Anda harus menghormati lawan anda. Guardiola punya kualitas besar jika dibandingkan dengan rival domestik, tapi ini tak berlaku di ajang seperti Liga Champions," tandasnya.

3 of 3

Kontradiktif

Namun, pernyataan pria asal Belanda tersebut kontradiktif dengan apa yang terjadi di lapangan. Seperti yang diketahui, Manchester City kerap tersingkir di tangan klub Inggris lain seperti Liverpool dan Tottenham.

Selain itu, benar bahwa Guardiola gagal meraih trofi Liga Champions selama di Manchester City dan Bayern Munchen. Namun ia sudah pernah merasakan sensasi memenangkan kompetisi tersebut saat bersama Barcelona, bahkan dua kali.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
Tragedi Kabut Asap