Banjir Prestasi, Alisson Pantas Raih Ballon d'Or 2019

Oleh Jonathan Pandapotan Purba pada 03 Agu 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2019, 22:16 WIB
Liverpool Vs Tottenham Hotspur

Liputan6.com, Liverpool - Pelatih kiper asal Brasil, Daniel Pavan, menilai Alisson Becker pantas meraih Ballon d'Or 2019. Menurut dia, apa yang dilakukan penjaga gawang 26 tahun itu luar biasa.

Alisson didatangkan Liverpool dari AS Roma pada awal musim lalu. The Reds membelinya seharga 72 juta euro (Rp 1,1 triliun) yang menjadikannya kiper termahal dunia sebelum dipecahkan Kepa Arrizabalaga (Chelsea).

Di musim pertamanya, dia langsung terpilih menjadi kiper terbaik (Golden Glove) Premier League setelah mencatatkan 21 clean sheet sepanjang musim. Total, dalam 51 pertandingan di semua kompetisi musim ini, dia juga mencatatkan 26 clean sheet.

Tak hanya itu, Alisson juga sukses memenangkan Liga Champions. Ia tampil solid di final dan membawa Liverpool menang 2-0 atas Tottenham Hotspur. Alisson juga membawa Brasil juara Copa Amerika 2019.

"Saya percaya bahwa karena tingkat kinerja Alisson, keteraturannya dan menjuarai Liga Champions, ia memenuhi syarat untuk menjadi calon dan bahkan pantas menerima Ballon d'Or. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk menunjukkan bahwa penjaga gawang juga pantas mendapatkan kehormatan tersebut," kata Pavan kepada ESPN.

2 of 3

Perbandingan dengan Ederson

(doc. CBF)

Dalam kesempatan itu, Pavan juga bicara soal perbandingan Alisson dan Ederson Moraes (Manchester City). 

"Mereka adalah kiper yang sangat mirip. Keduanya memiliki permainan yang sangat baik dengan kaki mereka, tahu cara keluar dari garis gawang dengan sangat baik, sangat tegas dan aman."

"Saya pikir Alisson datang dalam urutan yang lebih baik, lebih banyak penampilan bagus untuk klub dan negaranya. Dia adalah penjaga gawang terbaik di dunia saat ini. Itu sebabnya dia kiper utama Selecao," Pavan menambahkan.

3 of 3

Tak Masuk Nominasi FIFA

Meski meraih banyak prestasi, namun Alisson sendiri tak masuk daftar 10 kandidat Pemain Terbaik Dunia versi FIFA tahun ini. Hal ini menimbulkan kontroversi. 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓