Kompetisi Rusuh, BOPI Minta PT LIB Tingkatkan Kinerja Panpel

Oleh Marco Tampubolon pada 01 Agu 2019, 14:15 WIB
Pertemuan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan BOPI

Liputan6.com, Jakarta Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) berharap sepak bola Indonesia bersih dari tindak kekerasan. Sekjen BOPI, Sandi Suwardi Hasan, pun meminta agar PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan PSSI selaku pengelola kompetisi di Indonesia segera berbenah diri. 

Hal ini disampaikan Sandi dalam pertemuan BOPI dengan PT LIB  pada salah satu ruang rapat gedung PP ITKON Lt. 3 Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019). Sandi hadir bersama anggotanya, Junaidi, dan PT LIB diwakili oleh manajer kompetisi, Asep Saputra serta Hanif Marjuni, selaku media dan public relation.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 90 menit itu, BOPI menerima berbagai informasi PT LIB terkait bergulirnya kompetisi Shopee Liga 1 2019. Mulai dari kick-off Shopee Liga 1 2019, hingga beberapa keributan di luar lapangan yang terjadi pada beberapa laga hingga sistem perekrutan panitia pelaksana (panpel) di klub-klub Shopee Liga 1 2019.

BOPI selanjutnya, meminta PT LIB agar segera membuat laporan tri wulang pertama bergulirnya Shopee Liga 1. "Selambat-lambatnya laporan diselesaikan pada 20 Agustus 2019," terang Sandi, seperti tertuang dalam rilis yang diterima oleh Liputan6.com.

Selain itu, BOPI juga memberikan catatan khusus kepada PT LIB agar segera bisa ditindaklanjuti. Seperti peningkatan kinerja panitia pelaksana (panpel) klub-klub Liga 1, koordinasi panpel dengan pemerintah daerah, peningkatan kualitas wasit, kampanye tentang pentingnya persaudaraan, sampai dengan hubungan yang harmonis antarsuporter.

"Kami meminta agar PT LIB dan PSSI lebih memerhatikan hal-hal yang sangat menentukan tersebut. Kami tak ingin ada keributan lagi. Kemudian kompetisi Shopee Liga 1 2019 bisa berjalan lancar dan menjadi hiburan berkelas bagi masyarakat luas," tambah Sandi.

 

2 of 2

Tanggapan PT LIB

Keributan memang mewarnai jalannya kompetisi Shopee Liga 1 dalam sepekan terakhir. Mulai dari intimidasi yang dilakukan pendukung PSM Makassar kepada tim tamu Persija Jakarta jelang final leg kedua Piala Indonesia hingga penyerangan yang dilakukan suporter Persela Lamongan kepada perangkat pertandingan di Stadion Surajaya, Lamongan. 

Persib Bandung juga resmi melayangkan protes kepada PT LIB dengan tembusan ke BOPI terkait teror yang dilakukan pendukung Arema FC selama mereka berada di kota Malang.

Rentetan kejadian ini tentu saja semakin mencoreng citra sepak bola di Indonesia. PT LIB sendiri menyambut positif permintaa yang disampaikan BOPI terkait persoalan ini. 

"Kami akan memerhatikan betul apa yang sudah disarankan oleh BOPI. Kami sadar, ada beberapa titik yang selama ini belum sempurna. Kami akan tingkatkan komunikasi dengan banyak pihak agar kompetisi bisa berjalan lebih ideal," ujar Asep. 

Lanjutkan Membaca ↓