3 Alasan Liverpool Bakal Juara Premier League Musim Ini

Oleh Ario Yosia pada 31 Jul 2019, 08:00 WIB
Liverpool

Jakarta - Liverpool tampil cemerlang pada 2018/2019. Mereka merebut gelar keenam Liga Champions usai membungkam Tottenham Hotspur di final. 

Sayang, klub asal Merseyside itu gagal memenangkan trofi Premier League dengan selisih poin yang tipis. Manchester City asuhan Josep Guardiola berhasil mengungguli The Reds dengan selisih satu poin untuk mempertahankan gelar liga mereka.

Liverpool hanya menelan satu hasil negatif di liga sepanjang musim lalu, yaitu kalah dari sang juara Man City. Gawang mereka juga hanya kebobolan 22 gol saja.

Tim asuhan Jurgen Klopp itu mengakhiri musim di liga dengan meraih sembilan kemenangan beruntun. Namun, mereka tidak mampu mengalahkan City yang pada akhirnya memenangkan treble domestik.

Setelah mengamankan gelar Liga Champions dengan mengalahkan Tottenham Hotspur, Liverpool siap angkat senjata lagi pada musim ini. Gelar Premier League tentu saja menjadi prioritas mereka.

Berikut ini 3 alasan mengapa Liverpool akan menjuarai Premier League musim ini seperti dilansir Sportskeeda:

2 of 4

Skuat yang Solid

Liverpool Bermain Imbang dengan Sporting CP di Tur Amerika Serikat
Gelandang Sporting CP, Bruno Fernandes berebut bola dengan gelandang Liverpool, Fabinho selama pertandingan uji coba di Stadion Yankee, Amerika Serikat, Kamis (25/7/2019). Liverpool ditahan imbang Sporting dengan skor 2-2. (AFP Photo/Al Bello)

Selama beberapa tahun terakhir Liverpool kesulitan menemukan skuat yang seimbang. Namun, itu berubah pada musim lalu ketika Klopp mampu membangun tim yang dominan dengan rotasi efektif.

Skuat Liverpool saat ini mempunyai kedalaman yang luar biasa. Bahkan ketika Mohamed Salah dan Roberto Firmino absen dalam pertandingan Liga Champions melawan Barcelona, ​​The Reds mampu membalikkan defisit tiga gol ketika Divock Origi dan Georginio Wijnaldum mengantar mereka meraih kemenangan.

Klub Merseyside saat ini memiliki salah satu skuat paling seimbang di Eropa karena mereka memiliki barisan pertahanan yang kuat, lini tengah yang kreatif dan lini depan yang tajam. Liverpool sudah ahli dalam membaca permainan dan tahu taktik yang tepat untuk diterapkan di setiap pertandingan.

Pertandingan melawan Barcelona dan Tottenham di leg kedua semifinal Liga Champions dan final masing-masing memperlihatkan Liverpool menerapkan taktik yang sama sekali berbeda. Itu bisa terbukti sukses dalam berbagai keadaan.

Premier League terdiri dari 38 pertandingan sehingga akan membutuhkan tim yang memiliki kedalaman skuat dan pendekatan taktik yang bisa diubah sesuai dengan situasi yang berbeda. Liverpool tampaknya memiliki kedua atribut itu pada musim ini.

3 of 4

Tim-tim Pesaing Sedang Didera Masalah

Liverpool Bermain Imbang dengan Sporting CP di Tur Amerika Serikat
Gelandang Liverpool, Alex Oxlade-Chamberlain berebut bola dengan pemain Sporting CP, Marcus Wendel dalam laga uji coba di Stadion Yankee, Amerika Serikat, Kamis (25/7/2019). Liverpool ditahan imbang Sporting dengan skor 2-2. (AP Photo/Frank Franklin II)

Musim ini sepertinya bisa menjadi musimnya Liverpool karena klub-klub raksasa Premier League seperti Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Tottenham Hotspur punya kesulitan masing-masing. Terutama dalam performa dan kurangnya pengembangan skuat.

Saat ini Liverpool dan Manchester City adalah dua klub yang difavoritkan untuk mengangkat gelar Premier League pada tahun depan. Persaingan di enam besar sudah menurun sedemikian rupa sehingga musim lalu Liverpool yang berada di posisi kedua terpisah 25 poin dari Chelsea yang berada di tempat ketiga.

Klopp hanya dikalahkan oleh Man City asuhan Josep Guardiola pada musim lalu di Premier League. Mereka tentunya sudah gatal untuk melakukan balas dendam tahun ini.

Menurunnya kompetisi di enam besar memberi Liverpool peluang emas untuk unggul di sepanjang musim ini dan memenangkan gelar Premier League pertama mereka.

4 of 4

Rekor Sensasional di Kandang

Jordan Henderson
Jordan Henderson. (doc. Liverpool FC)

Liverpool saat ini sudah tidak terkalahkan dalam 40 pertandingan beruntun di Anfield pada ajang Premier League. Mereka terakhir kali menelan kekalahan di kandang pada ajang Premier League pada April 2017, ketika takluk dari Crystal Palace dengan skor 2-1.

Atmosfer di Anfield membuat setiap tim yang datang melawan Liverpool merasa terintimidasi. Josep Guardiola pernah menyatakan bahwa Anfield tidak seperti stadion lainnya di dunia dan atmosfer di sana bisa membuat lawan merasa kecil.

Dalam 19 pertandingan Premier League yang dimainkan di Anfield musim lalu, Liverpool meraih 17 kemanangan dan dua sisanya berakhir imbang - melawan Manchester City dan Leicester City. Mereka mencetak 55 gol di kandang dan hanya kebobolan 10 kali.

Performa kandang yang sangat mengesankan pasti akan berguna bagi Liverpool musim ini ketika mereka bermain di Anfield. Hal itu bisa menjamin bahwa mereka tidak kehilangan poin penting.

 

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓