Siapa Berani Lawan Pacquiao?

Oleh Marco Tampubolon pada 22 Jul 2019, 19:10 WIB
Manny Pacquiao

Liputan6.com, Jakarta Sekali lagi, Manny Pacquiao membuktikan kalau pertambahan usia tidak otomatis menggerus kemampuannya di atas ring. Di usia yang sudah menginjak 40 tahun, setidaknya sudah dua kali petinju asal Filipina tersebut berhasil merebut kemenangan pada kejuaraan dunia. 

Tumbal pertama adalah Adrien Broner. Petinju asal Amerika Serikat itu gagal merebut gelar juara dunia kelas welter WBA dari pinggang Pacquiao. Bertanding di MGM Arena, Januari 2019 lalu, Broner yang 11 tahun lebih muda dari Pacquiao dinyatakan kalah angka multak. 

Enam bulan berselang, Pacquiao kembali naik ring. Kali ini, petinju yang dijuluki Pacman tersebut berhadapan dengan Keith Thurman, pemegang gelar super champions kelas welter versi WBA. Berusia 10 tahun lebih mudah, Thurman tidak terkalahkan dalam 29 laga.  

Banyak yang meragukan kemampuan Pacquiao dalam duel ini, termasuk Thurman. Petinju AS itu bahkan mengolok-olok Pacquiao sebagai T-Rex-hewan purba yang sudah punah. 

"Manny tidak akan melakukan apapun. Dengan tangan 'T-Rex' yang kecil. Dia sepertinya bakal kena hajar. Saya akan memukul wajah senator itu, dia akan merasakannya. Jika dia kesal dengan hal itu, dia bisa melakukan sesuatu di Sabtu malam. Namanya berayun-berayun, berayun sayang," kata Thurman dalam jumpa pers terakhir sebelum duel.

Pacquiao tidak menanggapi komentar ini secara berlebihan. Pacquiao hanya tersenyum dan meminta Thurman untuk membuktikan ucapannya saat mereka bertemu di atas ring. 

"Saya sudah berada di olahraga ini jauh lebih lama dari Keith Thurman, jadi pengalaman saya bakal berbeda," kata Pacman membalas komentar lawan. 

 

2 of 3

Belum Berniat Pensiun

Manny Pacquiao
Petinju Manny Pacquiao (kanan) melancarkan pukulan ke arah Keith Thurman dalam pertarungan gelar tinju Super World kelas Welter WBA di MGM Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (20/7/2019). Manny Pacquiao merebut sabuk juara WBA Super kelas welter dengan skor 115-112, 115-112, dan 113-114. (AP/John Locher)

Lidah memang tidak bertulang. Terkadang ucapan juga tidak sesuai kenyataan. Di atas ring MGM Arena, Las Vegas, Nevada, Minggu (21/7/2019), Pacquiao membuat Thurman kaget.

Di usia 40 tahun, Pacquiao ternyata masih lincah. Pukulannya masih berbobot. Teknik, kecepatan, dan pengalaman yang dimiliki membuat Thurman kesulitan meredam Pacquiao. 

Di ronde pertama, pukulan kombinasi yang dilepaskan Pacquiao membuat Thurman tersungkur. Beruntung, dia masih sadar dan berhasil bangkit sebelum hitungan ke-10. 

Pukulan keras kembali mendarat di bagian perutnya pada ronde ke-10. Thurman kesakitan, tapi masih mampu terhindar dari pukulan beruntun lain yang berpotensi lebih fatal.

"Malam ini malam tinju yang hebat. Ronde pembuka tidak seperti yang saya harapkan. Pacquiao mendapat momentum dengan pukulan KO dini. Jelas sekali dia mendapatkan saya di ronde pertama," kata Thurman usai pertarungan dilansir Fightnews.

"Dia (Manny Pacquiao) cepat dan kuat, semua yang dimiliki Pacquiao selama ini. Saya ingin berhadapan dengannya, tapi dia sudah melalui banyak pertempuran dan pengalaman itu membuatnya tahu apa yang tidak boleh dilakukan," kata Thurman menambahkan. 

Thurman akhirnya kalah angka split decision. Dua hakim memenangkan Pacquiao dengan skor 115-112 dan satu hakim memihak kepada Thruman dengan skor 114-113. 

Pacquiao tentu saja menyambut gembira kemenangan ini. Pacquiao puas karena lawan yang dihadapi bukan petinju sembarangan. Menurutnya, duel melawan Thurman selevel dengan lawan-lawan tangguh sebelumnya, Antonio Margarito, Oscar de La Hoya, dan Erick Morales.

Namun yang tak kalah pentingnya, kemenangan ini sekaligus membangkitkan rasa percaya diri Pacquiao untuk tetap bertahan di dunia tinju profesional. Salah satu petinju pound to pound terbaik itu sama sekali belum berpikiran pensiun meski usia sudah tidak muda lagi.  

"Saya masih bisa bertanding dan bertarung dengan baik. Kemampuan yang saya punya. Tuhan memberi saya kekuatan ini. Saya di sini untuk menginspirasi fans," kata Pacquiao.

"Saya pikir, saya akan bertanding lagi tahun depan," kata Pacquiao. 

Lalu siapa yang menjadi lawan Pacquiao berikutnya?

 

3 of 3

Sederet Kandidat

Floyd Mayweather Jr
Floyd Mayweather Jr. berlatih di Las Vegas menjelang pertarungan melawan Conor McGregor pada 26 Agustus 2017. (AP Photo/John Locher)

Sejauh ini belum ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan tersebut. Apalagi Pacquiao tidak ingin terburu-buru mencari lawan baru usai pertarungan melawan Thurman. Dia ingin beristirahat dan baru berniat untuk kembali ring tinju pada tahun depan (2020). 

Perubahan selama ini sangat cepat di dunia tinju profesional. Peta kekuatan saat ini, belum tentu sama dengan tiga bulan ke depan. Gelar juara bisa dengan mudah berpindah tangan. 

Amir Khan sebenarnya sempat mengklaim sebagai kandidat lawan Pacquiao berikutnya. Petinju asal Inggris itu bahkan menyebut, pembicaraan di antara kedua pihak sudah mengerucut dan sepakat untuk bertarung di Riyadh, Arab Saudi, November mendatang. 

Namun belakangan, kubu Pacquiao membantahnya. Melalui manajernya, Pacquiao pun menegaskan belum pernah berbicara bisnis dengan pihak Amir Khan. 

Selain Khan, nama lain yang tengah mencuat adalah Terence Crawford. Petinju berusia 31 tahun itu merupakan pemegang gelar juara dunia tiga kelas berbeda, welter, light welter, dan lightweight. Rekor bertandingnya juga mentereng tanpa kekalahan dalam 35 laga. 

Peluang semakin terbuka karena Pacquiao dan Crawford telah bertahun-tahun berada di bawah manajemen yang sama, Top Rank. Banyak spekulasi yang menyebutkan kalau Crawford berpeluang jadi penantang yang ingin merebut popularitas Pacquiao di atas ring. 

Nama lain yang juga menonjol adalah pemegang gelar juara dunia kelas welter IBF, Errol Spence Jr dan  juara WBC Errol Spence Jr. Namun sebelum itu, kedua petinju rencananya akan bertarung dulu pada 28 September 2019. Bila Spence memenangkan laga, peluang bertemu Pacquiao pada laga berikutnya bukan hal yang mustahil untuk terwujud. 

Di luar nama-nama ini, menempatkan nama Floyd Mayweather Jr sebagai calon lawan Pacquiao berikutnya memang sedikit dipaksakan. Sebab pada bulan Februari mendatang, petinju Amerika Serikat itu yang tidak terkalahkan itu sudah memasuki usia 43 tahun.

Sejak menang atas Andre Berto, September 2015 lalu, Mayweather Jr sudah tidak pernah menjalani pertandingan resmi lagi. Dia memang pernah naik ring melawan Conor McGregor 2017, tapi itu lebih kepada pertarungan eksebisi seperti halnya melawan Tenshin Nasukawa.

Sejauh ini, belum ada alasan yang tepat bagi Floyd Mayweather jr untuk kembali lagi ke ring tinju kecuali satu hal: Dia butuh uang. Tidak perduli seberapa buruk petarungan yang dilaluinya dengan Pacquiao pada 2015 lalu, pertemuan kedua mereka tetap menjanjikan. 

Apalagi saat itu keduanya sudah sama-sama berusia di atas 40 tahun. Ini akan membuat Pacquiao vs Mayweather Jr jilid 2 terasa lebih spesial. Bagi Pacquiao, ini menjadi kesempatan untuk menuntaskan rasa penasaran setelah dinyatakan kalah angka pada duel sebelumnya. 

Pacquiao mengatakan baru akan bertanding lagi tahun depan. Saat itu, usianya sudah 41 tahun. Siapun lawan yang akan dihadapi, sebaiknya belajar dari kekalahan Thurman. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓