Gagal di Ganda Campuran, Williams Fokus Buru Gelar Tunggal Putri Wimbledon

Oleh Harley.Ikhsan pada 11 Jul 2019, 08:40 WIB
Diperbarui 11 Jul 2019, 08:40 WIB
Serena Williams
Perbesar
Ekspresi petenis AS, Serena Williams usai meraih poin dari Alison Riske yang juga berasal dari AS pada perempat final Grand Slam Wimbledon di London, Selasa (9/7/2019). Serena ke semifinal dengan susah payah usai mengalahkan petenis non-unggulan Alison Riske 6-4, 4-6, dan 6-3. (Adrian DENNIS/AFP)

Liputan6.com, London - Serena Williams fokus merebut gelar tunggal putri Wimbledon 2019. Dia bakal menghadapi petenis asal Republik Ceko Barbora Strycova di semifinal, Kamis (11/7/2019).

Williams bisa konsentrasi setelah partisipasinya pada nomor ganda campuran Wimbledon berakhir. Bersama Andy Murray, mereka tidak berdaya menghadapi unggulan pertama Bruno Soares/Nicole Melichar 3-6, 6-4, 2-6, Rabu (10/7/2019).

"Saya pikir dia dalam posisi baik. Dia kini lebih siap secara fisik dan tenang dalam mental," kata pelatih Williams, Patrick Mouratoglou, dilansir Guardian.

Williams punya kans besar untuk melangkah ke final meski kinerjanya belakangan diganggu cedera. Dia selalu mengalahkan Strycova dua set langsung dalam tiga pertemuan sebelumnya.

Petenis berusia 37 tahun itu hanya perlu memenangkan dua pertandingan untuk makin mengukuhkan posisinya dalam sejarah. Williams sudah memenangkan tujuh gelar Wimbledon dan total 23 Grand Slam. Dia hanya kalah dari Margaret Court (24 titel).

2 dari 3 halaman

Rekor Federer

Roger Federer
Perbesar
Roger Federer mengejar bola pada laga babak pertama Wimbledon 2019 melawan Lloyd Harris. (AFP/Glyn Kirk)

Di nomor putra, Roger Federer membukukan kemenangan ke-100 selama mengikuti Wimbledon usai menaklukkan Kei Nishikori 4-6, 6-1, 6-4, 6-4 pada perempat final.

Dia menjadi petenis pertama yang memetik hasil positif mencapai tiga dijit dalam satu turnamen Grand Slam. Pada awal tahun ini, sosok asal Swiss itu juga meraih gelar tur ke-100 di Dubai.

"Sangat istimewa setelah bertahun-tahun bertanding di sini. Saya sama sekali tidak memikirkan hal itu saat bertanding. Lalu ketika selesai ada yang mengucapkan selamat atas kemenangan ke-100," kata Federer.

3 dari 3 halaman

Hadapi Nadal

Federer selanjutnya menghadapi Rafael Nadal, yang menjungkalkan Sam Querrey 7-5, 6-2, 6-2. Ini adalah pertemuan keempat mereka di Wimbledon, terakhir pada final 2008.

Sosok berusia 37 tahun itu unggul rekor 2-1. Namun, keseluruhan Nadal yang memimpin 24-15.

Lanjutkan Membaca ↓