Pelatih Madura United Sebut Wasit Terlalu Gampang Keluarkan Kartu Kuning

Oleh Liputan6.com pada 01 Jul 2019, 21:40 WIB
Dejan Antonic

Liputan6.com, Jakarta Madura United meraih hasil buruk pada leg pertama babak semifinal Piala Indonesia 2018, Minggu (30/6/2019). Madura United kalah 0-1 melawan tuan rumah PSM Makassar.

Pertandingan Madura United kontra PSM berlangsung cukup keras. Laga ini sendiri diwarnai tujuh kartu kuning. Gol tunggal penentu kemenangan PSM di Stadion Andi Mattalatta dicetak oleh Zulham Zamrun pada menit 37.

Dua kartu kuning diberikan wasit Dwi Purba kepada Asnawi Mangkualam Bahar dan Willem Jan Pluim dari PSM. Lima kartu kuning lainnya untuk Madura United, yakni Rendika Rama, Jaimerson Xavier, Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, dan Greg Nwoloko.

Dejan Antonic merasa wasit terlalu mudah mencabut kartu kuning. Menurutnya, itu kurang tepat, karena di pertandingan ini masing-masing tim memang bermain agresif.

"Coba lihat, ada beberapa pemain dapat kartu kuning karena kami main agresif. Biasanya memang kami bermain seperti itu. Kadang-kadang wasit harus mengerti, kalau dua tim seperti Madura United dan PSM bermain sama-sama agresif," kata Dejan Antonic.

2 of 3

Peringatan

"Dia (wasit) harus baca pertandingan. Kadang-kadang, tidak perlu terlalu cepat kartu kuning. Mungkin berikan peringatan dulu kepada pemain. Kalau dia terus-terus seperti, oke (bisa memberi kartu kuning), tapi jangan langsung seperti itu, karena pertandingan yang ini panas," imbuh pelatih Madura United asal Serbia tersebut.

Madura United kalah, tapi skor tipis membuat peluang mereka untuk lolos ke final tetap terbuka. Madura United masih punya kesempatan untuk coba membalikkan keadaan pada leg kedua di kandang sendiri, 7 Juli mendatang.

3 of 3

Peluang Besar

Sebaliknya, Juku Eja memiliki peluang yang lebih besar untuk lolos ke final Piala Indonesia 2018, di mana leg kedua semifinal akan digelar di Gelora Madura, Pamekasan, Minggu (7/7/2019)

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓