Caketum PSSI Bantu Program Pembinaan Pemain Muda Lewat Vamos Indonesia

Oleh Defri Saefullah pada 29 Jun 2019, 11:30 WIB
Diperbarui 29 Jun 2019, 12:16 WIB
Caketum PSSI

Liputan6.com, Jakarta Calon Ketua Umum PSSI yang juga mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Mochamad Iriawan punya komitmen besar dengan dunia sepak bola, utamanya sepak bola muda. Ini menjadi bukti awal kalau Mochamad Iriawan memang sudah siap dan berkomitmen untuk jadi calon ketum PSSI.

Salah satu medium yang dipakai Iriawan untuk membantu pembinaan sepak bola muda di luar PSSI yaitu menjadi Dewan Pembina Vamos Indonesia. Tim tersebut berperan aktif dalam pengembangan usia muda dan kerap mengirimkan pemain muda untuk berlatih ke Spanyol.

Tahun ini, Vamos Indonesia kembali mengirim 8 anak Indonesia hasil seleksi 27-28 Juni 2019 di Lapangan C GBK Jakarta.Mereka lolos setelah menyisihkan 1145 peserta lainnya. Dan, ke-8 anak Indonesia ini akan diberangkatkan ke Spanyol pada awal Agustus 2019.

Dua diantara anak yang terpilih dari seleksi session II – 2019, adalah Dennish Diaz Himawan dan Fairuz Zaman Ohorella. Fairuz Ohorella, yang kelahiran Masohi 17 Maret 2002, adalah anak Ambon yang pernah juara pertama Gothia Cup regional Maluku 2014 sedangkan Dennish Dia, kelahiran 2001 dan sering berposisi sebagai striker ini pernah juara 1 Liga Kompas Gramedia U-14 2015 lalu.

Bersama enam anak lainnya yang terpilih, Dennish maupun Fairuz, Agustus tahun ini akan diberangkatkan ke Spanyol untuk bersekolah dan bermain bola dan disalurkan ke Liga yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Baru-baru ini Vamos Indonesia akan mengirimkan 10 pemain muda ke Spanyol dan trial di klub CF Valencia. Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule itu mendukung program pemain muda ke Spanyol untuk kemajuan sepak bola Indonesia.

"Ini murni komitmen saya untuk terus mendukung pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. Kebetulan saya pembinanya, dan saya akan support Vamos Indonesia ini untuk berangkat ke Spanyol," ujar Komjen Iriawan, di Lapangan C GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

 

2 of 3

Puas

Vamos Indonesia Vs PS Tira Persikabo U-18
Pemain Vamos Indonesia merayakan gol yang dicetak Iqbal ke gawang Persikabo U-18 pada pertandingan persahabatan di Lapangan A GBK, Jakarta, Rabu (29/5). Kedua klub bermain imbang 1-1. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sementara itu, Founder Vamos Indonesia, Fanny Riawan mengaku puas atas proses dan pelaksanaan hasil seleksi session kedua kali ini. “Vamos Indonesia berterima kasih atas semangat dan antusias yang ditunjukkan anak-anak Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua yang telah mengirimkan formulir pendaftaran kepada kami," katanya.

Hanya dalam waktu 2 minggu, lanjut Fanny, Vamos Indonesia menerima pendaftaran sebanyak 1145 anak Indonesia yang ingin mewujudkan mimpi mereka menjadi pemain sepak bola profesional di Eropa.

Untuk mendapatkan talenta bola terbaik sesuai standart kompetensi Eropa, Vamos Indonesia menghadirkan tiga pelatih dari Spanyol, yaitu : Numídico Antón Pedrosa, Head Coach Territorial Castile-León Football Federation serta Jesus Carlos Revilla Merino sebagai Technical Director Palencia International Football Academy dan Juan Carlos “Chopper” Revilla de La Parte, sebagai pemilik Palencia International Football Academy.

Dari tangan Numídico, telah lahir banyak pemain bola profesional berbakat yang kini bermain di Divisi Segunda Spanyol, diantaranya Manuel Hernando yang bermain di klub Real Madrid Castilla serta Pape Cheikh yang bermain di Liga 1 Perancis di klub Olympique Lyon.

"Kami sangat puas dengan kerja keras yang ditunjukkan para pemain selama proses seleksi ini. Untuk tahun ini, kami telah menyeleksi dan memilih yang terbaik dari para pemain meskipun kami menyadari masih banyak pemain dengan potensi yang bagus," ucap Revilla Merino atau kerap dipanggil Tato.

3 of 3

Dibiayai

Seperti halnya tim Vamos Indonesia yang pertama, para pemain yang terpilih dari hasil seleksi session II ini, akan dibiayai sepenuhnya untuk belajar dan bermain bola di Spanyol. Kemampuan dasar yang juga harus dikuasai pertama kali adalah Bahasa Spanyol, selain tentu saja Teknik dan taktik permainan sepak bola Spanyol yang mengedepankan keindahan serta kekompakan tim.

Fanny Riawan, menyebut peluang anak-anak Indonesia sangat besar untuk mewarnai Liga Spanyol, asal diberi kesempatan dan persiapan yang bagus.

“Saya menyaksikan sendiri bahwa anak-anak Indonesia tak kalah untuk bersaing di level internasional jika kesempatan itu diberikan dan ada kemauan dan juga ada persiapan yang sangat,” kata Fanny.

Program Vamos Indonesia adalah sebuah program yang digagas oleh para insan pemerhati bola di Indonesia sejak 2017 lalu, untuk mencari dan mengembangkan bakat-bakat sepakbola anak Indonesia sehingga bisa bersaing di kancah sepak bola Internasional. Agustus tahun lalu.

Vamos Indonesia telah memberangkatkan 8 anak Indonesia untuk berlatih dan bermain di Liga Spanyol. Tiga diantaranya, Helmy Putra Damanik (Helmy), Muhammad Reza Kusuma (Reza), dan Aditya Affasha Riawan (Affa), sudah menjajal liga resmi Spanyol sejak tahun lalu. Khusus untuk Helmy (19) dan Reza (19), dua anak ini selama sekitar 6 bulan terakhir telah lebih dahulu bertanding di División de Honor, kasta tertinggi usia 19 tahun Spanyol membela klub CI de la Amistad (CIA).

Di season 2019-2020 yang akan dimulai Juli mendatang, Helmy dan Reza mendapat kehormatan naik kelas bermain di Tercera División atau Divisi Empat Liga Spanyol, dibawah klub Atletico Cristo. Peluang ini didapat karena kemampuan yang mereka tunjukkan selama bermain di División de Honor.

Helmy yang berposisi sebagai striker di CIA telah menyumbang 9 gol demikian juga dengan Reza yang beberapa kali menjadi pencetak gol penentu kemenangan bagi klubnya, CIA saat tanding dengan klub-klub besar seperti Real Madrid CF, Club Atlético de Madrid dan Rayo Vallecano di Grup 5.

Sedangkan Affa (18) dipastikan juga akan segera turun bermain di División de Honor Grup 1, membela klub Real Racing Club de Santander karena telah memiliki kartu Ficha, sebagai syarat utama seorang pemain boleh bermain di liga resmi Spanyol.

Lanjutkan Membaca ↓