4 Alasan Juventus Tidak Perlu Membeli Paul Pogba

Oleh Ario Yosia pada 27 Jun 2019, 09:40 WIB
Diperbarui 27 Jun 2019, 13:16 WIB
Paul Pogba

Jakarta - Paul Pogba merupakan salah satu nama besar yang menarik perhatian masyarakat. Terlebih dia membuka kemungkinan meninggalkan Manchester United dan menjadi tantangan di klub lain. 

Pemain asal Prancis itu kembali ke Manchester United pada tahun 2016 dengan rekor transfer. Tiga tahun kemudian, ia merasa siap bercerai dengan klub yang mendidiknya sejak level akademi.

Salah satu klub yang tertarik untuk meminangnya adalah Juventus. Bianconerri disebut telah menghubungi agen Paul Pogba dan juga Manchester United mengenai kemungkinan transfer.

Paul Pogba menghabiskan empat tahun yang sangat sukses di Turin sebelum hengkang ke United pada 2016.

Tapi apakah keputusan Juventus memboyong kembali mantan bintangnya tersebut sebuah langkah yang tepat?

Selama di Manchester United, Paul Pogba kerap terlibat masalah. Agaknya Juventus harus menahan diri dari nafsu ingin kembali mendatangkan Pogba.

2 dari 5 halaman

Penumpukan Pemain di Posisi Sama

Latihan Manchester United Vs Barcelona
Gelandang Manchester United, Paul Pogba, tampak kompak dengan Romelu Lukaku saat sesi latihan jelang laga Liga Champions di Manchester, Selasa (9/4). Manchester United akan berhadapan dengan Barcelona. (AP/Ian Hodgson)

Paul Pogba dianggap sebagai salah satu gelandang box-to-box terbaik di dunia. Pemain asal Prancis ini kuat saat memegang bola dan melakukan akselerasi berbagai sudut lapangan.

Pogba amat kuat kondisi fisiknya, tipikal gelandang ideal bagi setiap klub. Hanya saja Juventus sudah memiliki pemain dengan tipikal sama.

Aaron Ramsey gelandang rekrutan baru Juventus juga merupakan salah satu gelandang box-to-box terbaik di dunia saat ini. Ia otak permainan Arsena dan juga Timnas Wales.

Di sisi lain, Juventus juga punya Blaise Matuidi. Selama ini pemain tersebut menjadi penghubung yang efektif antara lini tengah dan serangan dengan kecepatannya.

Keberadaan Aaron Ramsey dan Blaise Matuidi membuat Juventus rasanya tak perlu menambah daftar gelandang dengan tipikal permain sama.

3 dari 5 halaman

Buang-buang Uang

Ajax Amsterdam Latihan
Pemain Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt, melakukan sesi latihan jelang laga semifinal Liga Champions di Stadion Johan Cruyff, Rabu (8/5). Ajax Amsterdam akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur. (AP/STR)

Paul Pogba didatangkan Manchester United dengan mahar  89 juta poundsterling. Setelah tiga tahun, nominal banderolnya pasti naik.

The Red Devils tidak akan membiarkan aset berharga mereka pergi dari murah.

Pemain berusia 26 tahun saat ini adalah salah satu pemain paling bernilai di dunia dan laporan telah menyatakan bahwa United hanya akan membiarkan dia pergi dengan tawaran tak kurang dari 150 juta pounds.

Uang sebesar itu sayang jika dikeluarkan Juventus. Klub tersebut sedang melakukan peremajaan skuat.

Sebagai permulaan, Juventus berniat melakukan penyegaran di lini belakang dengan mendatangkan Matthijs de Ligt seharga 62 juta pounds. Berasumsi Juventus bakal mengeluarkan uang sebesar mahar Pogba, mereka bisa dapat banyak pemain.

4 dari 5 halaman

Tak Cocok dengan Sarriball

Maurizio Sarri
Maurizio Sarri (Juventus)

Maurizio Sarri jadi pelatih baru Juventus menggantikan Massimiliano Allegri.

Pria berusia 60 tahun ini memiliki reputasi sebagai pelatih yang mengedepankan keindahan. Ia tipikal mentor yang menerapkan metode-metodenya dengan amat cermat. Strategi Sarriball ala sang nakhoda tak mudah untuk dimainkan.

Pogba yang doyan bermain dengan bola diyakini tidak cocok dengan permainan Sarriball yang mengedepankan pergerakan cepat dan efektif. Maurizio Sarri tidak suka seorang pemain terlalu lama menahan bola.  Pogba bakal jadi hambatan di Juventus.

5 dari 5 halaman

Bermasalah di Luar Lapangan

Manchester United Vs Huddersfield Town
Gelandang Manchester United, Paul Pogba, tampak kecewa saat ditahan imbang Huddersfield Town pada laga Premier League di Stadion John Smith, Minggu (5/5). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AFP/Paul Ellis)

Setiap pembelian pemain dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Ketika transfer dilakukan dalam sepak bola, sebagian besar karena salah satu dari dua alasan ini: baik untuk memperkuat tim utama atau sebagai cadangan yang efektif.

Sayang rasanya Paul Pogba, pemain dengan profil tinggi untuk datangkan Juventus sebagai cadangan.

Juventus yang haus gelar Liga Champions amat pragmatis membangun skuat mereka. Pemain-pemain yang didatangkan mendukung target tersebut.

Pertanyaannya bisakah Pogba dipercaya sebagai orang yang membawa mereka sampai ke kejayaan Eropa?

Faktanya di Manchester United, Pogba gagal total. Masalah lain, Pogba ibarat bom waktu. Perilakunya di luar lapangan bisa memengaruhi ketenangan tim. Siapkah Juventus dengan segala konsekuensi itu?

 

Sumber: Bola.com

Lanjutkan Membaca ↓