Erick Thohir: Olympic House Simbol Perdamaian Antar Bangsa

Oleh Defri Saefullah pada 24 Jun 2019, 05:00 WIB
Erick Thohir

Liputan6.com, Jakarta Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir turut hadir dalam peresmian markas baru International Olympic Commitee (IOC) di Lausanne Swiss, Minggu (23/6/2019). Markas baru bernama Olympic House ini juga diresmikan bertepatan dengan perayaan hari jadi IOC ke-125 yang juga merupakan hari Olimpiade.

Berbasis di Lausanne, Olympic House akan menaungi semua staf IOC dalam satu atap. Gedung baru ini menyediakan tempat pertemuan untuk Gerakan Olimpiade global atau Global Olympic Movement.

Dengan bentuknya yang terinspirasi oleh gerakan seorang atlet, Olympic House memadukan standar tertinggi dalam desain arsitektur dengan pendekatan holistik untuk keberlanjutan. Gedung ini mempertimbangkan lima prinsip Olimpiade — gerakan, transparansi, fleksibilitas, keberlanjutan, dan kolaborasi.

Olympic House telah dirancang untuk menggabungkan empat konsep yaitu Integrasi yang dituangkan dalam lanskap alam, Atlet sebagai Jantung - sebagai inspirasi gedung, Perdamaian yang diwakili oleh panel tenaga surya di Atap yang berbentuk burung merpati dan Persatuan diwakili tangga berbentuk lima cincin yang menghubungkan lantai demi lantai.

"Saya bangga bisa hadir di sini dan menyaksikan momen penting dalam dunia olahraga. Olympic House ini menggabungkan simbol perdamaian, persatuan dan juga transparansi. Saya percaya olahraga bisa mengharmonikan perbedaan, membangun perdamaian," kata Erick Thohir seperti keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

"Saya masih ingat, bagaimana Asian Games, bisa menyatukan kita semua sebagai bangsa. Harapan saya, selanjutnya olahraga Indonesia terus semakin berjaya, makin banyak event-event olahraga berkelas dunia dilaksanakan di Indonesia dan olahraga Indonesia terus memperkuat bangsa."

2 of 3

Tuan Rumah Olimpiade

Olympic House
Inilah bentuk markas IOC yang baru bernama Olympic House di Lausane Swiss (istimewa)

Sebelumnya, Indonesia serius untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Langkah-langkah penting pun mulai dilakukan pemerintah saat Wapres Jusuf Kalla (JK) menemui Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach di markas IOC,Laussane, Swiss, Rabu (15/5/2019) lalu.

Pertemuan ini terjadi usai JK dan beberapa perwakilan pemerintah menghadiri dan menjadi pembicara pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Menko PMK Puan Maharani , Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, Duta Besar RI Swiss Muliaman D Hadad, Wapres menyampaikan lagi hasrat Indonesia masuk dalam pencalonan sebagai tuan rumah pesta olahraga dunia 2032 mendatang. Sebelumnya, pada 11 Februari lalu, Presiden RI, Joko Widodo telah menyerahkan surat resmi pencalonan kepada Thomas Bach.

"Usai surat resmi, kali ini pemerintah Indonesia melalui Wapres Jusuf Kalla melakukan kunjungan resmi ke IOC dan bertemu Thomas Bach untuk menyampaikan keinginan serius menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Memang penentuan baru akan diputuskan dalam sidang IOC di tahun 2024. Setidaknya, kedatangan Wapres ini memperlihatkan betapa seriusnya kita ingin menjadi tuan rumah Olimpiade setelah sukses di Asian GAmes 2018 lalu," ujar Erick Thohir seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

3 of 3

Video

Lanjutkan Membaca ↓