Stamp Fairtex Pertahankan Gelar Juara Dunia di One: Legendary Quest

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2019, 18:30 WIB
Diperbarui 17 Jun 2019, 18:30 WIB
Stamp Fairtex (One Championship)
Perbesar
Stamp Fairtex (One Championship)

Liputan6.com, Jakarta - Kembalinya One Championship di Shanghai, Tiongkok, melalui gelaran One: Legendary Quest, sukses menarik perhatian para penggemar mixed martial arts (MMA), kickboxing dan Muay Thai di dunia.

Gelaran yang dilangsungkan di Baoshan Arena, Sabtu sore lalu mencatat keberhasilan Stamp Fairtex, juara dunia One dalam dua disiplin beladiri, yang untuk pertama kalinya berhasil mempertahankan gelar juara dunia One Atomweight Muay Thai miliknya dari tantangan Alma Juniku.

Tetapi, keberhasilan ini tidak diraihnya dengan mudah. Atlet berusia 21 tahun dari Pattaya, Thailand tersebut harus tetap unggul dalam lima ronde pertandingan utama malam itu.

Melawan atlet bintang remaja asal Australia, Stamp menunjukkan determinasi dan kegigihannya sebagai Juara Dunia. Keduanya bertukar serangan dahsyat, tetapi Stamp terlihat mendominasi jalannya pertandingan.

Ia sempat mencuri beberapa kesempatan dan menyarangkan serangan ke tubuh lawannya yang baru berusia 18 tahun tersebut.

Para juri One: Legendary Quest pun akhirnya memberikan keputusan mutlak, atau unanimous decision, setelah melihat dominasi Stamp, terutama dengan rangkaian serangan mengejutkan pada ronde terakhir.

 

 

 

2 dari 4 halaman

Agilan Thani Bungkam Yoshihiro Akiyama

Agilan Thani (One Championship)

Sebelumnya, sebuah pertandingan menarik juga disajikan oleh dua calon penantang gelar Juara Dunia ONE Welterweight. Atlet asal Malaysia, Agilan “Alligator” Thani, kembali ke dalam arena One Championship dan membawa penampilan terbaiknya malam itu.

Agilan berhasil menang melawan atlet legendaris Jepang, Yoshihiro “Sexy Yama” Akiyama, melalui keputusan mutlak juri, yang diperolehnya setelah mendominasi jalannya pertandingan.

Ia berhasil mengungguli lawannya dalam serangan atas – dimana ia menekan Yoshihiro dengan berbagai kombinasi tinju ketika lawannya itu akan menggunakan keahlian judo-nya. Terlebih lagi, Agilan juga menampilkan teknik permainan bawah yang unggul selama pertandingan berlangsung.

Setelah tiga ronde yang menegangkan, ketiga juri memberikan kemenangan bagi Agilan, yang juga merusak keinginan “Sexy Yama” untuk mencetak penampilan perdana yang gemilang di One.

3 dari 4 halaman

Pertandingan Menarik Lainnya

“Rock Man” Chen Lei (One Championship)

Dalam babak pembuka malam itu, atau preliminary card, dua petarung andalan Indonesia masih belum dapat mengungguli lawan-lawannya.

Petarung asal Tiongkok, “Rock Man” Chen Lei menang atas Anthony “The Archangel” Engelen melalui keputusan wasit setelah tiga ronde pertandingan divisi catchweight yang menutup preliminary card malam itu.

Chen Lei menampilkan kemampuan terbaiknya di ronde terakhir, yang mampu membuat juri memberikan sebuah unanimous decision bagi kemenangannya. Pada ronde pertama, Chen menjatuhkan Anthony dan mempertunjukkan teknik grappling yang fenomenal.

Di ronde kedua, giliran “The Archangel” yang mendominasi Chen dengan kemampuan grapplingnya, tetapi petarung tuan rumah ini lebih dapat memanfaatkan momentum pada ronde terakhir.

Sebuah pertandingan yang membuka gelaran One: Legendary Quest seharusnya menjadi sebuah pembuka jalan bagi Victorio “Indra” Senduk, yang malam itu tampil melawan atlet Myanmar yang pernah mengalahkan beberapa atlet Indonesia lainnya.

Phoe “Bushido” Thaw mencatatkan kemenangan KO atas Victorio dalam pertandingan divisi featherweight, yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu striker yang sedang naik daun.

Phoe mendominasi serangan pada ronde pertama ini, dimana ia juga mengejutkan Victorio dengan mencoba kuncian rear-naked choke. Walaupun “Indra” dapat lolos, ia tidak dapat bertahan melawan pukulan dan tendangan Phoe yang akhirnya menjatuhkannya ke atas kanvas.

Wasit segera menghentikan pertandingan setelah melihat Victorio tergeletak dan tidak mampu menangkis serangannya.

4 dari 4 halaman

Hasil Resmi One: Legendary Quest

One Atomweight Muay Thai World Championship: Stamp Fairtex mengalahkan Alma Juniku dengan Unanimous Decision (UD);

Mixed Martial Arts Welterweight: Agilan Thani mengalahkan Yoshihiro Akiyama dengan Unanimous Decision (UD);

One Super Series Bantamweight Kickboxing: Zhang Chenglong mengalahkan Tyler Hardcastle dengan KO pada menit 1:54 ronde pertama;

One Super Series Bantamweight Muay Thai: Han Zi Hao mengalahkan Andrew Miller dengan KO pada menit 2:36 ronde kedua;

Mixed Martial Arts Featherweight: Koyomi Matsushima mengalahkan Kwon Won Il dengan Unanimous Decision (UD);

One Super Series Light Heavyweight Kickboxing: Tarik Khbabez mengalahkan Anderson Silva dengan Unanimous Decision (UD);

Mixed Martial Arts Middleweight: Reinier De Ridder mengalahkan Gilberto Galvao dengan TKO pada menit 0:57 ronde kedua;

One Super Series Bantamweight Muay Thai: Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym mengalahkan Liam Harrison dengan Unanimous Decision (UD);

Mixed Martial Arts Catch Weight (67.5kg): Chen Lei mengalahkan Anthony Engelen dengan Unanimous Decision (UD);

Mixed Martial Arts Middleweight: Fan Rong mengalahkan Sherif Mohamed dengan TKO pada menit 3:50 ronde kedua;

Mixed Martial Arts Featherweight: Niu Kang Kang mengalahkan Eric Kelly dengan Unanimous Decision (UD);

Mixed Martial Arts Lightweight: Yoon Chang Min mengalahkan Trestle Tan dengan TKO pada menit 4:05 ronde pertama;

Women’s Mixed Martial Arts Atomweight: Itsuki Hirata mengalahkan Angelie Sabanal dengan Submission (kuncian Americana) pada menit 2:59 ronde pertama;

Mixed Martial Arts Featherweight: Phoe Thaw mengalahkan Victorio Senduk dengan KO pada menit 4:17 ronde pertama.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓