6 Poin Menarik dari Kemenangan Timnas Indonesia Atas Vanuatu

Oleh Aning Jati pada 16 Jun 2019, 13:50 WIB
Diperbarui 16 Jun 2019, 18:16 WIB
Timnas Indonesia Vs Vanuatu

Jakarta Timnas Indonesia menang 6-0 atas Vanuatu pada laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu malam (15/6/2019).

Sekitar 10 ribu suporter yang berada di stadion kebanggaan Indonesia itu maupun pemirsa di rumah, terhibur dengan lahirnya banyak gol dalam uji coba, yang digelar di luar FIFA matchday, 3-11 Juni 2019, itu.

Timnas Indonesia membuka keran gol saat pertandingan baru berjalan dua menit. Striker gaek, Alberto Goncalves, menjadikan tim tuan rumah unggul 1-0 lewat gol cepatnya. 

Namun, tak hanya itu saja gol yang dilesakkan pemain yang biasa disapa Beto itu. Striker naturalisasi itu menambah koleksi golnya, hingga tiga gol lagi, masing-masing pada menit ke-48, 61', dan 65'.

Dua gol lain Timnas Indonesia dihasilkan melalui Evan Dimas Darmono, menit ke-19 dan 74'.

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengaku puas dengan kemenangan telak tim asuhannya. Meski, sebenarnya Tim Merah-Putih bisa menang dengan lebih banyak gol lagi mengingat ada beberapa peluang emas yang gagal dikonversi jadi gol.

Di sisi lain, kualitas Vanuatu pada pertandingan kali ini memang di bawah harapan. Hampir tak terlihat pergerakan-pergerakan membahayakan yang memberikan tekanan intens dalam 90 menit pertandingan.

Pelatih Timnas Vanuatu, Paul Munster, memberikan sederet alasan mengapa tim asuhannya babak belur melawan Indonesia, satu di antaranya adalah kondisi fisik pemain yang tidak prima setelah perjalanan panjang dari negara asal dengan recovery singkat setiba di Indonesia.

Terkait pertandingan berat sebelah ini, Bola.com merangkum beberapa hal menarik yang terjadi dalam pertandingan Timnas Indonesia versus Vanuatu, yang berujung kemenangan 6-0 buat Tim Garuda. Berikut beberapa di antaranya.

2 of 3

4 Gol dan 4 Assist

Alberto Goncalves, Beto Goncalves, Timnas Indonesia
Striker Timnas Indonesia, Alberto Goncalves, merayakan gol yang dicetaknya dalam laga uji coba internasional kontra Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019). Beto Goncalves sukses mencetak empat gol dalam laga ini. (Bola.com/Yoppy Renato)

1. Menjebol gawang lawan sebanyak empat kali dalam satu pertandingan bukan hal baru bagi Alberto Goncalves. Dengan rekam jejak kiprahnya yang sudah cukup panjang, striker 38 tahun ini tercatat setidaknya pernah dua kali mengukir quattrick, yakni di level klub.

Semasa membela Sriwijaya FC, Beto mencetak empat gol saat melawan Persegres di Liga 1 2017. Ketika itu Sriwijaya FC menang 10-2. Torehan empat gol dalam satu pertandingan juga pernah dibukukan Beto ketika Laskar Wong mengalahkan PS TNI dalam TSC 2016.

2. Alberto Goncalves mencetak empat gol, namun ada satu pemain lagi yang pantas mendapat sorotan positif dalam laga kontra Vanuatu. Dia adalah Andik Vermansah.

Pemain Madura United itu tampil apik di sektor sayap Timnas Indonesia. Ia mampu menjalankan tugas dengan apik, dengan mengirim assist yang diperlukan pemain depan. Andik tercatat membukukan empat assist dalam laga ini. Tiga assist jadi gol Beto, satu lagi jadi gol buat Evan Dimas Darmono.

3. Skor 6-0 ini jadi kemenangan terbesar Timnas Indonesia di bawah era pelatih Simon McMenemy, yang memegang tampuk mulai pekan ketiga Desember 2018.

Dalam tiga pertandingan di bawah asuhannya, Indonesia menang 2-0 atas Myanmar (25/3/2019), kalah 1-4 dari Yordania (11/6/2019), dan menang 6-0 atas Vanuatu.

Secara khusus, skor 6-0 pada laga menjamu Vanuatu ini juga menjadi kemenangan di atas lima gol pertama yang dibukukan Timnas Indonesia sejak 2010. Kali terakhir Tim Garuda menang dengan skor di atas enam gol, terjadi sembilan tahun silam, tepatnya saat menang 6-0 atas Laos dalam fase grup Piala AFF 2010.

3 of 3

Gaya Beda Simon McMenemy

Timnas Indonesia Vs Vanuatu
Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansah, menggiring bola saat melawan Vanuatu pada laga persahabatan di SUGBK, Jakarta, Sabtu (15/6). Indonesia menang 6-0 atas Vanuatu. (Bola.com/Yoppy Renato)

4. Pada pertandingan kontra Vanuatu, menjadi kali pertama Simon McMenemy menerapkan skema 4-4-2 pada tim asuhannya. Hasilnya tak mengecewakan karena pemain dinilai tak canggung lagi ketimbang mempraktikkan formasi 3-4-3, yang tak begitu banyak digunakan di level klub.

Dalam pertandingan sebelumnya, melawan Yordania, Simon McMenemy mengusung pakem 3-4-3, yang menyebabkan tim asuhannya, khususnya di sektor belakang terlihat canggung karena tak terbiasa dengan skema itu.

5. Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, tampil beda saat menjamu Vanuatu. Jika biasanya mengenakan gaya sportif, kaus atau kaus berkerah yang dipadukan celana panjang untuk olahraga, pada laga ini pelatih asal Skotlandia itu mengenakan atasan kemeja putih yang dipadukan dengan celana bahan berwarna hitam.

Mantan pelatih Bhayangkara FC itu berujar hal itu sebagai wujud hormat dan sayang kepada suporter Timnas Indonesia.

Makin menarik karena pelatih Vanuatu, Paul Munster, juga mengenakan tampilan serupa Simon McMenemy. Keduanya juga sama-sama pelatih muda, datang dari Britania Raya. Simon asal Skotlandia sedangkan Paul dari Irlandia.

6. Jika ada yang disayangkan dari pertandingan ini adalah pemilihan pelaksanaan pertandingan. Seandainya saja digelar dalam durasi FIFA matchday, 3-11 Juni 2019, bisa jadi tak akan membuat ranking Indonesia di FIFA mengalami penurunan.

Ranking Indonesia di FIFA per 14 Juni 2019 turun satu peringkat, dari ke-159 menjadi 160, dampak kekalahan dari Yordania. Imbasnya, Indonesia terpaksa masuk pot terakhir (kelima) dalam drawing putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pembagian pot untuk drawing didasarkan pada ranking FIFA per 14 Juni 2019. Indonesia yang berada di peringkat ke-160, terpaksa berada di pot kelima (terakhir). Sementara Malaysia, yang naik sembilan peringkat, kini di urutan ke-159 ranking FIFA terbaru, masuk pot keempat.

Lanjutkan Membaca ↓