Kisah Nick Bhirombhakdi Ajak Dua Bintang NBA Jajal Basket Kursi Roda

Oleh Liputan6.com pada 12 Jun 2019, 15:15 WIB
Kisah Nick Bhirombhakdi Ajak Dua Bintang NBA Jajal Basket Kursi Roda

Liputan6.com, Jakarta Presiden Komite Paralimpik Thailand yang juga anggota dewan Jr NBA Thailand Nick Bhirombhakdi begitu mencintai anak-anak dan orang-orang difabel. Dia memiliki cara unik guna merawat dan mencintai atlet-atlet difabelnya.

Kecintaannya pada atlet-atlet difabel membuat Nick memprakarsai pertandingan persahabatan basket kursi roda dengan para anggota dewan Jr NBA, anak-anak yang terpilih utk tim muda Jr NBA dan atlet Thailand yang difabel. 

Nick sendiri belajar menggunakan kursi roda untuk merasakan kondisi yg sama dengan atlet difabel dan menginspirasi yang lainnya utk menggunakan kursi roda juga.

Dua bintang NBA Dikembe Mutombo dan Vladimir Radmanovic turut serta pada pertandingan persahabatan bola basket kursi roda. Mutombo dan Radmanovic menjajal bermain bola basket di atas kursi roda.

Mutombo bergabung dalam pertandingan persahabatan ini di Chulalongkorn University di Bangkok pada 27 April. Sedangkan pertandingan persahabatan dengan Radmanovic, berlangsung 9 Juni 2019.

Atlet difabel senang bahwa mereka memiliki kesempatan dalam hidup mereka untuk bermain dengan para super star NBA.

2 of 3

Kejuaraan Dunia Basket Kursi Roda U-25 Wanita 2019

Dikembe Mutombo
Dikembe Mutombo bermain basket kursi roda (Ist)

Nick juga mewujudkan emansipasi wanita melalui Kejuaraan Dunia Basket Kursi Roda U-25 Wanita 2019 di Suphanburi, Thailand, dan Thailand adalah tuan rumahnya.

Sekali lagi, Thailand adalah yang pertama melakukan olahraga basket kursi roda yang luar biasa ini untuk wanita di negara-negara ASEAN

Dengan hanya 2 bulan berlatih basket kursi roda, 12 gadis dengan rata-rata 19 tahun mewakili Thailand untuk Kejuaraan Dunia Bola Basket U-25 Kursi Roda Wanita 2019.

3 of 3

Film Dokumenter

"Kesempatan bermain basket kursi roda bersama mereka adalah ungkapan rasa hormat, apalagi ini akan membantu mendorong, menginspirasi dan memotivasi mereka bermain olahraga dengan santai dan bahagia," kata Nick.

"Penyandang cacat sering menghadapi hambatan sosial dan kecacatan membangkitkan persepsi negatif dan diskriminasi di banyak masyarakat, terutama dengan perempuan, sementara peluangnya lebih kecil dari laki-laki dan saya fokus pada menutup kesenjangan kesetaraan untuk memastikan pemain perempuan dihargai kesetaraan," kata Nick.

Nick pun membuat film dokumenter untuk atlet difabel di True 24 Tv, dan sudah 93 episode dan ditayangkan setiap minggu di Thailand. Melalui siaran tersebut, orang tahu kehidupan atlet yang berbeda dan bagaimana mereka berjuang untuk mendapatkan medali untuk negara.

Ditulis oleh: Natalia S Tjahja

Lanjutkan Membaca ↓