Daniel James, Keping Pertama Puzzle untuk Kembalikan Kebesaran MU

Oleh Harley.Ikhsan pada 11 Jun 2019, 17:15 WIB
Daniel James

Liputan6.com, Jakarta - manajer Ole Gunnar Solskjaer menjadikan Daniel James sebagai keping pertama puzzle dalam usahanya memulihkan nama besar Manchester United (MU). Meski namanya tidak tenar, langkah ini dinilai lebih baik bagi klub.

Nama James kurang membuat pendukung MU bergairah. Maklum, baru berusia 21 tahun, James belum pernah tampil di panggung besar.

Dia baru menembus tim utama Swansea City pada 2018/2019 dengan melakoni 39 pertandingan dan mencetak enam gol.

Namun, status James dianggap ideal dengan kebutuhan MU saat ini. Tidak memiliki ekspektasi yang hadir karena reputasi besar, dia bisa fokus menunjukkan potensinya di lapangan untuk membantu The Red Devils berjaya.

"MU lebih baik membeli pemain muda yang bisa tumbuh bersama-sama dalam tim. Mereka lebih baik melupakan solusi instan," kata eks bek The Red Devils Danny Higginbotham dikutip Express.

2 of 4

Saran Rooney

Daniel James
Winger Swanseea Daniel James selangkah lagi membela Manchester United (MU). (AFP/Geoff Caddick)

Wayne Rooney juga memberi saran serupa menyangkut kebijakan transfer mantan klubnya. Dia menilai The Red Devils tidak boleh merekrut pemain bintang yang hanya memiliki usia produktif 2-3 tahun.

"Saya pikir membeli 1-2 pemain bernilai 100 juta poundsterling tidak akan membantu banyak. Lebih baik Solskjaer merekrut pemain 30-40 juta pounds yang memiliki potensi, membeli 5-6 pemain, dan membangun skuat mengandalkan mereka," kata top skorer sepanjang masa MU tersebut.

"MU bisa saja membeli (Cristiano) Ronaldo, (Lionel) Messi, (Sergio) Ramos, atau (Gareth) Bale. Namun klub mesti merogoh 350 juta pounds dan hanya bisa mengandalkan mereka setidaknya dua tahun. Itu sama saja membuang uang," sambungnya.

3 of 4

Belajar dari Pengalaman

Pesepakbola Gaji Tertinggi
Alexis Sanchez. (AFP/ Ian Kington)

MU juga tidak boleh terjebak aksi agen dan pemain bintang yang menggunakan nama besar klub untuk mendapatkan gaji tinggi. Mereka sudah kerap merasakannya sepeninggal Sir Alex Ferguson pada 2013.

Pembelian mahal seperti Angel Di Maria, Alexis Sanchez, hingga Paul Pogba tidak mampu mengangkat MU ke tempat semestinya.

Di Liga Inggris, capaian terbaik adalah menempati posisi dua pada 2017/2018. Di luar itu mereka harus menyaksikan Chelsea, Manchester City, dan bahkan Leicester City berkuasa di takhta.

MU juga sempat memenangkan Liga Europa untuk tampil di Liga Champions. Musim depan, The Red Devils mesti kembali tampil di kompetisi kelas dua Eropa itu karena hanya menempati peringkat enam Liga Inggris.

4 of 4

Butuh Waktu

Dengan merekrut muka-muka anyar yang lapar dan punya semangat tinggi, tugas Solskjaer selanjutnya adalah mengidentifikasikan pemain mahal yang gagal menunjukkan nilai di Old Trafford. Daftarnya cukup banyak, mulai Sanchez, Pogba, Romelu Lukaku, hingga David de Gea. 

Kepergian mereka jelas memengaruhi kinerja tim. Namun, itulah kondisi yang dihadapi MU saat ini. Mereka memang membutuhkan waktu untuk kembali ke kasta tertinggi. 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓