Shkodran Mustafi Curhat Rasanya Jadi Bek Arsenal

Oleh Liputan6.com pada 28 Mei 2019, 06:40 WIB
Diperbarui 28 Mei 2019, 07:15 WIB
Pemain Arsenal Shkodran Mustafi.

Liputan6.com, Jakarta - Shkodran Mustafi mengungkapkan perasaan sebagai bek Arsenal. Dia mengakui pemain dengan posisi bek terkadang menjadi korban kritik jika timnya menelan kekalahan. Tapi, mereka justru terbaikan ketika tim memetik kemenangan.

Musim 2018/19 ini adalah musim pertama Unai Emery sebagai pelatih Arsenal. Mantan bos PSG itu belum benar-benar membentuk tim sesuai keinginannya. Lini serang oke, tetapi pertahanan Arsenal masih rapuh.

Terbukti, The Gunners selalu kesulitan ketika bermain di markas lawan. Striker-striker mereka bisa mencetak banyak gol, tetapi pertahanan mereka juga membiarkan lawan mencetak banyak gol.

Hasilnya, Arsenal gagal mengamankan empat besar klasemen akhir. Mereka hanya mampu mengumpulkan 70 poin yang tidak cukup untuk empat besar Premier League.

Bagi bek Arsenal ini, pemain belakang adalah korban dari sorotan yang berlebihan. Satu kesalahan bek bisa dibicarakan begitu heboh, sebab kesalahan itu berdampak pada kebobolan tim. Perlakuan berbeda diterima oleh gelandang atau striker.

2 dari 3 halaman

Kesalahan Bek

Shkodran Mustafi
Bek Arsenal Shkodran Mustafi. (AFP/Ian Kington)

"Jika di akhir musim anda bisa membungkus 70 poin, itu terjadi karena alasan tertentu. Jika anda memasuki pertandingan tanpa pertahanan dan hanya pemain-pemain menyerang, saya tidak yakin anda bisa mendapatkan 70 poin," tegas Mustafi kepada Sky Sports.

"Bagi kami para bek, jika kami membuat satu kesalahan saja dan lawan mencetak gol, bahkan jika dalam limat menit sebelumnya anda membuat penyelamatan gemilang di garis gawang, orang-orang tetap tidak akan membicarakannya."

3 dari 3 halaman

Gagal

Lebih lanjut, Mustafi menyebut kegagalan Arsenal di Premier League bakal jadi motivasi bagus untuk final Liga Europa. The Gunners harus memenangkan laga tersebut dan jadi juara jika ingin kembali ke Liga Champions musim depan.

"Kami gagal mencapai posisi yang kami inginkan. Itu fakta yang mengecewakan. Namun, kami masih punya peluang di Liga Europa untuk mencapai target kami - juga sebuah trofi," imbuh Mustafi.

"Itu bakal jadi pertandingan di mana satu kesalahan saja bisa menghukum anda, dan karena itulah kami harus berhati-hati. Tugas kami sebagai bek adalah mencoba tidak kebobolan."

"Namun, jika anda menyelesaikan 90 persen tugas anda dan pada 10 persen sisanya lawan mencetak gol, orang-orang akan melupakan yang 90 persen," tandasnya.

Bagaimanapun, Arsenal masih punya kesempatan memperbaiki musim ini. Mereka harus mengalahkan Chelsea untuk jadi juara Liga Europa dan kembali ke Liga Champions.

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓