Liverpool vs Barcelona: Memburu Keajaiban di Anfield

Oleh Bogi Triyadi pada 07 Mei 2019, 17:15 WIB
Diperbarui 08 Mei 2019, 01:17 WIB
Liverpool Siap Hadapi Barcelona di Anfield

Liputan6.com, Liverpool - Liverpool butuh keajaiban ketika menjamu Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19. Partai menentukan ini akan dimainkan di Stadion Anfield, Rabu (7/5/2019) dini hari WIB.

Bagaimana tidak, Liverpool harus mengejar defisit tiga gol setelah kalah 0-3 dari Barcelona paga leg pertama. Upaya itu semakin berat karena The Reds kehilangan dua pemain bintangnya, yakni Mohamed Salah dan Roberto Firmino.

"Dua striker terbaik dunia tersebut akan absen besok malam dan kami harus mencetak empat gol. Kabar ini tidak membuat hidup menjadi lebih mudah," kata Manajer Liverpool Jurgen Klopp seperti dilansir BBC.

Namun, Liverpool belum mau mengangkat bendera putih. Bek Liverpool Dejan Lovren menegaskan dia dan rekan-rekannya siap tampil habis-habisan untuk menunjukkan kualitas sebenarnya.

"Kekalahan itu membuat saya lebih marah. Kami marah dan lapar untuk menunjukkan kepada Barcelona bahwa Liverpool bisa melakukan sesuatu yang istimewa di Anfield," kata Lovren seperti dilansir Mirror.

Hal senada juga disampaikan Klopp. "Kami akan berusia selama 90 menit untuk merayakaan kompetisi Liga Champions supaya finis dengan layak," ucapnya.

Ini artinya, juru taktik asal Jerman itu mencoba realistis atas peluang Liverpool pada laga nanti. "Jika kami bisa melakukannya, maka bakal luar biasa. Jika tidak dapat melakukannya, mari gagal dengan cara paling indah," imbuh Klopp.

 

 

 

 

 

 

 

2 of 3

Fans Liverpool Bijaksana

Mohamed Salah, Liga Champions, Liverpool
Gelandang Liverpool, Jordan Henderson (tengah). (AFP/Paul Ellis)

Kapten Liverpool Jordan Henderson berharap fans bijaksana untuk memahami sulitnya laga ini. "Fans kami cerdas dan cukup bijaksana untuk memahami skala tantangan yang coba kami lakukan malam ini," tutur gelandang berusia 28 tahun itu kepada Liverpoolfc.com.

"Kami melawan salah satu klub terbaik sepanjang masa dan kami punya defisit besar untuk dikejar," tambahnya.

Henderson masih percaya Liverpool bisa mengalahkan Barcelona dan lolos ke final. "Kami tidak hanya bermain untuk harga diri - itu tidak cukup untuk Liverpool - kami bermain untuk menang dan mencapai final. Entah kami mencapainya atau tidak, kami akan mengetahuinya di akhir laga," tegasnya.

"Namun, kami berutang pada fans untuk memastikan sampai peluit panjang dibunyikan, kami tidak akan menyerah," pungkas Henderson.

 

3 of 3

Belum Menang dan Trauma

Memiliki keunggulan tiga gol dan diuntungkan absennya Salah serta Firmino tidak membuat pelatih Barcelona Ernesto Valverde jemawa. Ia menegaskan bahwa Lionel Messi dan kawan-kawan belum lolos ke final.

Karena itu, Valverde meminta pasukannya melupakan hasil leg pertama dan fokus menghadapi laga nanti. "Hasil di leg pertama tidak akan memengaruhi kami," tegas Valverde seperti dikutip dari Marca.

Pelatih berusia 55 tahun tersebut menambahkan Barcelona bakal menghadapi Liverpool seperti belum memainkan leg pertama. "Gagasan apa pun yang merasuki pikiran kami soal leg pertama bakal jadi kesalahan besar," tegasnya.

Tak hanya itu, Valverde juga harus mengatasi trauma Barcelona di Liga Champions. Musim lalu, Barcelona menang 4-1 atas AS Roma pada leg pertama perempat final di Camp Nou.

Namun, Barcelona kalah 0-3 saat bermain di markas Roma. Meski agregat 4-4, Barcelona harus tersingkir dengan menyedihkan karena kalah gol tandang.

"Bisa saja terjadi, besok, kami akan melawan tim kuat yang bisa melampaui kami," kata Valverde kepada Marca tentang peluang comeback Liverpool

"Mereka [Liverpool] merupakan lawan yang sangat bagus dan mereka hanya satu kali kalah di Liga Inggris. Dengan cara kami telah menang, mereka juga bisa menang," tutupnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓