Kenangan Pahit Pelatih AC Milan Saat Ditampar Alessandro Costacurta

Oleh Liputan6.com pada 03 Mei 2019, 08:50 WIB
Diperbarui 03 Mei 2019, 08:50 WIB
Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso.
Perbesar
Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso. (AP/Alessandra Tarantino)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, ikut membahas soal mentalitas pemain sepak bola. Bahkan, Gattuso sempat menceritakan pengalamannya di ruang ganti terkait dengan mentalitas ini.

Menurut Gattuso mentalitas pemain zaman dahulu dan sekarang, termasuk di skuat Rossoneri, sudah jauh berbeda.

Seperti diketahui, Gattuso adalah salah satu pemain di salah satu periode tersukses AC Milan. Selama bersama Rossoneri, ia meraih dua Scudetto dan trofi Liga Champions dari tahun 1999 hngga 2012.

Gattuso pensiun sebagai pemain pada tahun 2013. Setelah itu ia meniti karier sebagai pelatih.

Manajer AC Milan ini merasa ada yang berbeda dalam sepakbola di eranya dengan di era sekarang ini. Ia mengatakan di eranya, sejarah begitu dihormati para pemain namun di era saat ini, semuanya jadi lebih rumit dan sulit.

2 dari 3 halaman

Berbeda

Pelatih AC Milans, Gennaro Gattuso
Perbesar
Pelatih AC Milans, Gennaro Gattuso. (AP Photo)

“Mentalitas pemain telah berubah. Ketika saya pergi, saya tahu ada sesuatu yang berubah. Saya berjuang untuk berbicara dalam bahasa yang saya dengar selama bertahun-tahun," ungkapnya pada ANSA.

"Ketika saya bercukur pada hari pertama saya di Milanello, saya meninggalkan dua helai rambut di wastafel... Saya mendapat dua tamparan di kepala dari Costacurta dan segera memahami mentalitasnya," kenangnya.

3 dari 3 halaman

Jadi Baper

Sekarang ini, di Milan Gattuso merasa para pemainnya tak bisa diperlakukan sama seperti cara Alesandro Costarcurta memperlakukan dirinya. Menurutnya para pemain sekarang jadi lebih baper.

“Sekarang ada mentalitas yang berbeda dan perlahan-lahan Anda dapat bekerja untuk menemukan yang Anda miliki sebelumnya, tetapi jangan lupa bahwa segalanya telah berubah," tuturnya.

“Seorang Pelatih harus menemukan sekelompok pemuda yang mau berkorban, meningkatkan performa dan melakukan lebih banyak. Sekarang Anda harus berhati-hati ketika mengatakan sesuatu kepada mereka," ungkapnya.

"Jika Anda memberi tahu mereka sesuatu, mereka mulai mengeluh dan mencari-cari alasan: segalanya telah berubah," tutur Gattuso.

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓