Klub Ini Punya Cara Unik Promosikan Jersey Lewat Model Topless

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 27 Apr 2019, 17:00 WIB
Ayr United

Liputan6.com, Jakarta Klub Skotlandia, Ayr United, kembali memperkenalkan jersey terbaru musim ini, dengan cara unik dan sedikit nakal. Mereka meluncurkan jersey baru yang dikenakan model topless, dengan hanya mengenakan cat tubuh dalam sebuah pemotretan yang terbilang berani.

Cara Ayr United mengajukan penawaran untuk promosi, memang selalu menimbulkan kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, mereka juga menggunkan jasa model bertubuh seksi itu justru diminta untuk bertelanjang dada.

Sponsor sebelumnya, Bodog, perusahaan taruhan online, menimbulkan kegemparan ketika mulai mempromosikan jersey The Honest Men dengan cat tubuh.

Meskipun memutuskan hubungan dengan klub, Bitcoin SV masih terus melanjutkan tradisi pendekatan dengan cara "panas" ini. Bahkan, musim lalu mereka melibatkan seorang model pria.

Dan, sekarang model Mikael Angesjo bersama Charis Lister melanjutkan tren ini dengan pemotretan bodypaint yang menunjukkan jersey rumah dan tandang baru klub.

Tekniknya memang agak cabul, sehingga sempat memicu perdebatan di masa lalu, dengan klub [Ayr United] menghadapi tuduhan seksisme. Tapi, yang lain percaya gambar-gambar cabul itu hanya menyenangkan dan tidak berbahaya.

2 of 3

Dikritik

Pada 2016, Maureen McGonigle, pendiri Scottish Women in Sport, mengkritik cara tersebut: "Untuk sebuah klub yang berusaha mendorong komunitas lokal untuk mendukungnya, ini adalah tujuan sendiri.

"Mereka menggunakan taktik dari tahun 1970-an untuk menjual pakaian. Mereka akan jauh lebih baik menggunakan gambar-gambar positif dari sebuah keluarga untuk mempromosikan jersey. Ini adalah bagian pemasaran yang mengerikan."

3 of 3

Teknologi

Sementara, Calvin Ayre, pendiri BSV dan pemilik pendukung CoinGeek.com mengabaikan pemotretan tradisional dan lebih tertarik untuk fokus pada cryptocurrency.

"Kami mendidik bisnis besar bahwa blockchain BSV akan secara besar-besaran berskala menjadi buku besar data dunia, dan perusahaan dapat menjalankan aplikasi mereka di atas tulang punggung teknologi yang menarik ini," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓