Revolusi Real Madrid di Periode Kedua Zinedine Zidane

Oleh Bogi Triyadi pada 26 Apr 2019, 17:15 WIB
Diperbarui 27 Apr 2019, 04:16 WIB
Zinedine Zidane

Liputan6.com, Madrid - Real Madrid dipastikan tanpa trofi di musim 2018/19. Setelah tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions, Los Blancos juga kalah dalam persaingan Liga Spanyol.

Hingga pekan ke-34, Real Madrid masih menghuni peringkat ketiga klasemen dengan 65 poin. Sergio Ramos dan kawan-kawan tertinggal 15 poin dari Barcelona, yang butuh satu kemenangan lagi untuk juara. Ini menjadi musim buruk bagi Real Madrid.

Los Blancos mengawali musim ini tidak baik setelah ditinggal Zinedine Zidane, yang mundur sebagai pelatih pada akhir musim lalu. Julen Lopetegui yang menggantikan Zidane tak mampu mempertahankan bahkan mengangkat performa Real Madrid.

Lopetegui pun dipecat dan digantikan Santiago Solari. Tetapi, juru taktik asal Argentina itu juga tidak mampu berbuat banyak.

Hingga akhirnya Real Madrid kembali menunjuk Zidane dan mencopot Solari pada Maret lalu. Namun di bawah kendali Zidane, performa Karim Benzema dan kolega juga masih inkosisten.

Dari tujuh laga Liga Spanyol, Real Madrid hanya mencatat empat kemenangan, dua imbang, dan sekali kalah. Bahkan hasil imbang 0-0 melawan Getafe, Jumat (26/4/2019) dini hari WIB, membuat Zidane murka.

"Hasilnya meninggalkan rasa tak enak di mulut," kata pelatih Real Madrid asal Prancis itu seperti dikutip dari Football Espana. 

 

2 of 3

Rombak Skuat

Real Madrid
Pemain Real Madrid melakukan minute of silence untuk menghormati korban bom di Sri Lanka, sebelum menghadapi Athletic Bilbao, dalam laga pekan ke-33 La Liga Spanyol, Minggu (21/4/2019). (AFP/GABRIEL BOUYS)

Sentuhan emas Zidane sebagai pelatih Real Madrid di periode pertama tak perlu diragukan lagi. Ia memberikan sembilan trofi dalam 2,5 musim bertugas di Santiago Bernabeu.

Sembilan gelar juara itu di antaranya tiga trofi Liga Champions, dua gelar Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub, serta masing-masing satu gelar Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol.

Untuk mengulangi bahkan melampaui prestasi itu, Zidane membutuhkan skuat yang dapat tampil konsisten, waspada setiap saat, solid di semua bidang - sepanjang waktu, dan bermain baik di kandang maupun tandang.

Zidane sebenarnya memiliki pemain-pemain yang bagus. Tapi, hanya beberapa dari mereka yang tampil konsisten. Karena itu, legenda Prancis itu mengisyaratkan akan membangun kembali tim yang ditinggalkannya pada musim lalu tersebut.

Gareth Bale adalah salah satu pemain yang tidak masuk dalam rencana Zidane pada musim depan. Sementara itu, sejumlah nama telah dikaitkan dengan, seperti Eden Hazard dan Paul Pogba. 

 

3 of 3

Liga Spanyol

Zidane telah menabuh genderang perang buat Barcelona untuk Liga Spanyol musim 2019/20. Ia memprioritaskan kompetisi domestik agar jumlah gelar Los Blancos tidak disusul rival abadinya tersebut.

Real Madrid tercatat sudah 33 kali meraih gelar juara Liga Spanyol. Sementara Barcelona baru 24 dan akan menjadi 25 jika menjadi juara musim ini.

"Kami sudah memenangi 33 gelar juara La Liga. Berapa banyak yang dimenangkan Barcelona? Mereka tampil bagus belakangan ini dan Anda harus memberikan ucapan selamat untuk ini dan mengakuinya," kata Zidane seperti dikutip Marca.

"Kami harus mengubah ritme ini. Saya bisa katakan Real Madrid akan memulai La Liga musim depan sebaik mungkin. Kami harus membuat La Liga jadi target utama kami musim depan," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓