Peraih Medali Emas Asian Games 2018 Pernah Menangis di Hari Kartini

Oleh Luthfie Febrianto pada 21 Apr 2019, 13:30 WIB
Aldila Sutjiadi

Liputan6.com, Jakarta - Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi punya memori lucu terkait Hari Kartini. Siapa sangka, peraih medali Emas Asian Games 2018 ini pernah menangis saat perayaan Hari Kartini saat dia kecil.

"Waktu kecil pernah ikut lomba pakai pakaian tradisional pas Hari Kartini," kata Dila lewat pesan Whatsapp kepada Liputan6.com.

"Sepertinya tidak (juara, red) karena pas itu aku kayaknya nangis karena gak mau pakai baju adat, hahaha," tulis Dila.

Nama Dila pernah mencuri perhatian publik saat Asian Games 2018 lalu di Palembang. Berpasangan dengan Christopher Rungkat, Dila sukses meraih medali emas di nomor campuran tenis.

Di babak final, Dila dan Christopher mengalahkan pasangan Thailand, Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana. Medali ini menjadi yang perdana dari cabang tenis di Asian Games sejak terakhir kali diraih pada 2002.

Dila sendiri mulai mengawali kariernya di tenis pada 2008 ketika masih berumur 13 tahun. Di level profesional, gadis berusia 23 tahun ini sudah berkarier sejak 2010 pada turnamen ITF di Jakarta.

Bukan hanya di tenis, Dila juga berprestasi di dunia akademik. Untuk diketahui, Dila mengenyam pendidikan di University of Kentucky, Amerika Serikat dan lulus dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,92.

Melihat prestasi tersebut, Dila sejatinya layak mendapat sebutan Kartini tenis Indonesia. Di Hari Kartini tahun ini, Dila pun mengungkapkan harapannya.

 

2 of 2

Makin Banyak Atlet Wanita

Christopher Rungkat
Petenis ganda campuran Indonesia Christopher Rungkat (kiri) dan Aldila Sutjiadi menggigit medali emas pada upacara penganugerahan medali seusai menang atas petenis Thailand Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana pada final tenis ganda campuran Asian Games

Dila berharap, atlet wanita akan lebih dikenal masyarakat. Ia pun ingin negara lebih mengapresiasi atlet wanita.

" Harapannya, semoga wanita-wanita Indonesia yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan diapresiasi oleh negara," tulis Dila mengakhiri.

 

Lanjutkan Membaca ↓