4 Pelatih Asing Terbaik di Kompetisi Liga 1 2019

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 21 Apr 2019, 13:00 WIB
Trivia Pelatih-pelatih asing di Liga 1

Jakarta Persaingan di kompetisi Liga 1 2019 dipastikan akan berlangsung ketat. Sejumlah tim masih memanaskan mesin di bursa transfer. Hilir mudik pemain terus berlangsung.

Para kontestan Liga 1 2019 terus memperkokoh komposisi pemain. Kursi pelatih juga telah penuh. Dari 18 peserta, 11 di antaranya memakai jasa juru taktik impor.

Itu berarti, hanya tujuh pelatih lokal yang meramaikan kompetisi. Menggunakan arsitek asing sungguh menggoda. Bagaimana tidak? Dua tahun belakangan, klub peraih gelar juara selalu dipoles oleh wajah 'bule'.

Kendati demikian, sejumlah pelatih asing bukan nama baru di kancah sepak bola nasional. Bahkan, ada satu peracik impor yang telah memulai kariernya di Indonesia sejak 1999 silam.

Siapa dia? Ya, Ivan Venkov Kolev. Tenaganya kembali dipakai Persija Jakarta, layaknya 20 tahun lalu.

Berikut Bola.com merangkum empat pelatih asing mentereng di Liga 1 2019:

2 of 5

Ivan Venkov Kolev (Persija Jakarta)

Latihan Persija Jakarta
Pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ivan Venkov Kolev memikul beban beraat saat menerima pinangan Persija Jakarta. Tim berjulukan Macan Kemayoran ini adalah kampiun tiga kejuaraan sekaligus pada musim lalu.

Arsitek asal Bulgaria ini diharapkan minimal dapat mempertahankan pencapaian Persija. Tapi, pekerjaan itu tidak akan mudah. Mengingat, peta persaingan di Liga 1 setiap musimnya cepat berubah.

Sejauh ini, perjalanan Persija mulai tertatih. Macan Kemayoran gagal melindungi trofi Piala Presiden setelah tersingkir di babak delapan besar. Kiprah tim ibu kota di Piala AFC pun mulai berat lantaran masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Grup G.

3 of 5

Miljan Radovic (Persib Bandung)

Piala Indonesia 2019 : Persib Bandung Vs Persiwa Wamena
Pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Miljan Radovic tahan banting setelah mayoritas pendukung Persib Bandung, Bobotoh, memintanya untuk mundur setelah hasil buruk di Piala Presiden 2019. Arsitek asal Serbia ini bahkan sempat diintimidasi oleh suporter di turnamen pramusim tersebut.

Laju Persib di Piala Presiden 2019 berhenti di babak penyisihan grup. Untungnya, manajemen tim berjulukan Pangeran Biru itu masih sabar menunggu tangan dingin Radovic.

Bobotoh juga memberikan ekspektasi tinggi terhadap Radovic. Bagimana tidak, di bawah mantan pelatih Roberto Mario Carlos Gomez, Persib adalah penguasa klasemen Liga 1 musim lalu sebelum hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghampiri.

4 of 5

Milomir Seslija (Arema FC)

Final Piala Presiden 2019: Persebaya Surabaya Vs Arema FC
Pelatih Arema FC, Milomir Seslija (Bola.com/Yoppy Renato)

Milomir Selsija adalah pelatih asing terbaik di Indonesia di tahun ini. Pertimbangannya? Arema FC berhasil dibawanya merebut predikat kampiun Piala Presiden 2019.

Yang membuat luar biasa ialah Milo mampu mengantar Arema FC menjadi juara setelah terseok-seok di babak penyisihan. Tim berjulukan Singo Edan itu lolos ke babak delapan besar dengan status runner up Grup E.

Materi pemain Arema FC juga tidak semewah musim-musim sebelumnya. Milo bahkan lebih banyak mengandalkan dua pemain asing di Piala Presiden 2019, lantaran dua legiun impor lainnya masih minim kontribusi.

Menarik ditunggu racikan Milo untuk Singo Edan pada Liga 1 musim depan. Dengan skuat yang ada, apakah Arema FC mampu bersaing merebut gelar juara.

5 of 5

Roberto Mario Carlos Gomez (Borneo FC)

Mario Gomez
Pelatih Borneo FC Mario Gomez (Huyogo Simbolon)

Dia kembali. Si pelatih kharismatik ini kadung sayang dengan sepak bola Indonesia. Pinangan dari Borneo FC pun diterimanya dengan antusias.

Roberto Mario Carlos Gomez mengejutkan insan sepak bola nasinal setelah tangan dinginnya mampu membawa Persib menjadi juara paruh musim Liga 1 2018. Tangan dinginnya mulai luntur tatkala tim kebanggaan Bobotoh itu mendapatkan serangan hukuman bertubi-tubi dari Komdis PSSI.

Dipecat Persib, Gomez jatuh ke pelukan Borneo FC. Patut dinanti racikan pria asal Argentina ini membawa tim berjulukan Pesut Etam itu menjadi kuda hitam pada musim depan.

Lanjutkan Membaca ↓