Mourinho Kritik Taktik MU di Markas Barcelona

Oleh Yus Mei Sawitri pada 20 Apr 2019, 14:00 WIB
Manchester United-Juventus-Jose Mourinho

Jakarta Taktik Ole Gunnar Solskjaer saat Manchester United (MU) takluk 0-3 dari Barcelona pada leg kedua perempat final Liga Champions di Camp Nou, Rabu (17/4/2019) dikritik eks Manajer Setan Merah, Jose Mourinho. 

MU datang ke Camp Nou dengan bermodal kekalahan 0-1 di kandang sendiri. Setan Merah harus menang jika ingin melaju ke semifinal. Namun, Barcelona justru menggila dengan mencetak tiga gol, dua di antaranya dari Lionel Messi pada menit ke-16 dan 20. Satu gol lainnya disumbangkan Phillippe Coutinho.  

Mourinho menilai keputusan Solskjaer bermain agresif justru membuka celah bagi Messi untuk mengeksploitasi lini pertahanan Manchester United. 

"Saya menilai pendekatan United berbeda. Pada leg pertama mereka berusaha menguasai zona tengah. Posisi Messi mudah dipahami, tapi tak mudah menciptakan sangkar untuk mengontrolnya. Dia datang dari kanan, bertahan di tengah, kemudian (Ivan) Rakitic ke kanan dan membuat Messi tetap di tengah. Itu sangat sulit," urai Mourinho, seperti dilansir Metro.uk, Jumat (19/4/2019). 

"MU pada laga pertama mereka bisa menguasai area itu dengan sangat baik. Ketika dia (Messi) masuk, dia menemukan Fred, dia juga menemukan (Scott) McTominay terus menerus. Namun, karena kalah 0-1, pada leg kedua Manchester United memulai dengan perspektif berbeda," imbuh pelatih asal Portugal tersebut. 

 

2 of 2

Satu Lawan Satu Kontra Messi

Perubahan taktik itu menurut Mourinho malah menguntungkan Barcelona, serta Lionel Messi. 

"Pogba bermain melebat ke kiri, McTominay lebih banyak di kanan dan Jesse Lingard bermain sebagai pemain nomor 10 di belakang striker. Di depan barisan pertahanan ada Fred. Itu area Messi mendapatkan bola, dan ketika Messi mendapat bola...satu, satu, satu,...Anda tamat," kata Mourinho. 

"Itulah sebabnya saya tak suka satu lawan satu dengan Messi. Anda harus menciptkan sangkat untuk Messi. Barcelona adalah Barcelona, mereka punya pemain lebih baik daripada Manchester United. Saya rasa hal normal jika mereka menang," imbuh mantan pelatih Real Madrid dan Inter Milan itu. 

 

Lanjutkan Membaca ↓