Gelandang Manchester City Enggan Terbius Kemegahan Markas Baru Spurs

Oleh Aning Jati pada 08 Apr 2019, 21:10 WIB
Manhcester City, Top Scorer,

Jakarta Gelandang Manchester City, Kevin de Bruyne tidak silau melihat stadion baru Tottenham Hotspur. The Citizens kebetulan bakal bertandang ke markas baru Spurs untuk melakoni laga pertama babak perempat final Liga Champions, Rabu dini hari WIB (10/4/2019).

De Bruyne tak sepakat dengan anggapan stadion baru Tottenham itu akan berdampak pada tim tamu. 

Tottenham sudah menggunakan stadion baru ini, yang diresmikan penggunaannya dengan menjamu Crystal Palace dalam laga lanjutan Premier League (4/4/2019). Pertandingan itu berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Spurs.

Duel kontra Manchester City akan jadi yang pertama buat Spurs menjamu tamu di Tottenham Hotspur Stadium untuk laga level Eropa.

"Saya tak peduli dengan stadion itu. Saya hanya peduli pada tim yang akan kami mainkan. Semua oranh bicara tentang stadiun itu seperti itu sesuatu yang spesial. Semua punya stadion. Semua punya suporter. Mereka akan siap untuk itu," ujar pemain internasional Belgia itu.

Buat De Bruyne, stadion anyar Tottenham ini tak ada bedanya dengan Wembley Stadium, yang musim lalu dijadikan kandang Spurs.

"Mereka mungkin akan sedikit lebih bersemangat, tapi pada akhirnya itu hanya stadion dengan pendukung. Jika mereka pergi ke Wembley dengan 80 ribu (pendukung) atau main di stadion baru itu, akan sama saja. Ini akan jadi pertandingan yang sulit, tapi saya pikir kami akan baik-baik saja," lanjutnya.

 

2 of 2

Lupakan Musim Lalu

Kevin De Bruyne
Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, berusaha menendang bola saat bertanding melawan Schalke 04 pada pertandingan babak 16 Liga Champions di Veltins Arena di Gelsenkirchen, Jerman (20/2). City menang atas Schalke 3-2. (AP Photo/Martin Meissner)

Di sisi lain, pemain 27 tahun itu berujar tak ada yang perlu dijadikan pelajaran dari hasil yang dicapai Manchester City di Liga Champions musim lalu. Pada edisi 2017-2018, mereka dijegal sesama tim Premier League lainnya, Liverpool, juga di fase perempat final dengan agregat skor 5-1.

"Tak ada. Tim yang berbeda, tahun yang berbeda, pemain yang berbeda. Tahun lalu kami menjalani musim luar biasa, tapi kami gagal melaju lebih dari perempat final. Itu saja," cetusnya. 

Sumber: Sky Sports/Bola.com

Lanjutkan Membaca ↓