Salah Mandul, Peluang Manchester City Jadi Juara Kian Terbuka

Oleh Liputan6.com pada 03 Apr 2019, 10:10 WIB
Diperbarui 03 Apr 2019, 17:16 WIB
Gelandang Liverpool, Mohamed Salah, sujud merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Brighton. (AFP/Glyn Kirk)

Liputan6.com, Jakarta Penampilan Mohamed Salah bersama Liverpool mulai menurun. Masalah ini sepertinya akan berpengaruh besar pada ketajaman The Reds dan membuat Manchester City jadi juara Liga Inggris.

Hal ini disampaikan legenda Liverpool, Steve Nicol. Ia menyebut mandulnya Salah bisa memberikan efek besar pada performa Liverpool. Sebab ketajaman lini serang akan berkurang drastis, apalagi para pemain dari lini tengah juga kurang produktif.

Di sisi lain, Manchester City punya banyak pemain yang bisa mencetak gol. Dan hal inilah yang akan membuat Manchester City nanti bisa sukses jadi juara.

“Hal yang mengkhawatirkan yang sekarang saya pikirkan tentang Liverpool adalah dari mana gol mereka akan datang," ujarnya.

“Cara Liverpool disiapkan, [Jurgen] tiga pemain terbaik Klopp di tengah-tengah lapangan adalah pada dasarnya untuk menjadi pekerja. Mereka tidak ada di sana untuk memainkan umpan terobosan ciamik dan mencetak gol, mereka ada di sana untuk menyalurkan bola ke tiga pemain di depan," cetusnya.

2 of 3

Mesin Gol

Top scorer sementara Premier League
5. Mohamed Salah (Liverpool) - 17 Gol (3 Penalti). (AFP/Anthony Devlin)

Salah sempat menjadi mesin gol anyar Liverpool. Musim lalu ia mencetak 32 gol bagi The Reds di pentas Premier League.

Namun, musim ini ia kesulitan untuk mereplika performanya. Ia sempat mencetak 17 gol di liga sejauh ini dan kemudian koleksi golnya terhenti di angka tersebut hingga pekan ke-32.

Salah sendiri sudah absen mencetak gol di delapan laga terakhirnya di semua ajang kompetisi. Enam di Premier League dan dua di Liga Champions.

3 of 3

Bukan Musim yang Buruk

Salah sendiri kerap disebut mengalami musim yang buruk oleh suporter-suporter klub lain. Namun Nicol mengaku tidak sependapat dengan anggapan tersebut.

Ia menyebut Salah hanya tampil buruk di sebagian musim ini saja. "Ia sudah mengalami depresi," cetusnya pada ESPN FC.

“Dan ia seharusnya tidak mengatakan ia mengalami musim yang buruk karena ia tidak memiliki musim yang buruk. Ia mengalami bagian kedua yang buruk musim ini," tuturnya.

"Sebagus-bagusnya dirinya di paruh pertama musim ini, ia juga sama buruknya di paruh kedua," sambung Nicol.

Sumber: bola.net

Lanjutkan Membaca ↓