Marc Marquez Punya Strategi Khusus untuk MotoGP Argentina

Oleh Yus Mei Sawitri pada 30 Mar 2019, 21:10 WIB
Diperbarui 30 Mar 2019, 21:10 WIB
Marc Marquez
Perbesar
Marc Marquez melakoni MotoGP Qatar 2019 di Sirkuit Losail, Minggu (10/3/2019). (AFPKarim Jaafar)

Jakarta - Marc Marquez melorot ke posisi kedelapan pada latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Argentina setelah jadi yang tercepat pada sesi FP1, Jumat (30/3/2019) dini hari WIB. Baby Alien mengaku tak resah dengan hasil tersebut karena menjadi bagian dari strateginya menjelang balapan di Termas de Rio Hondo, Senin (1/4/2019) dini hari WIB. 

Pembalap asal Spanyol tersebut menyadari konsistensi sangat dibutuhkan di Sirkuit Termas de Rio Hondo yang akan menyuguhkan balapan sepanjang 25 lap. Dia memilih fokus mempertahankan konsistensi ketimbang mengejar waktu lap tercepat, terutama pada FP2 MotoGP Argentina.

Pada FP2, Marc Marquez terpaut 0,316 detik dari Andrea Dovizioso (Ducati) yang mengukir waktu lap tercepat. Namun, yang tak diperhatikan banyak orang, pada sesi tersebut Marquez melaju konsisten dengan menggunakan ban lawas. Dia tidak ikut mengganti ban seperti pembalap lain menjelang berakhirnya sesi FP2. 

Marquez tak membantah langkah itu jadi salah satu taktiknya menghadapi balapan MotoGP Argentina

"Saya hanya peduli dengan kecepatan saya dan pemilihan ban pada FP2. Catatan waktu lap hanya tambahan. Saya merasa bagus dan kuat pada Jumat pagi di FP1. Rasanya saya telah menemukan lintasan terbaik. Setelah mencatat waktu terbaik saya senang dan puas," kata Marquez, seperti dilansir Speedweek

"Tapi kami tak boleh terlalu percaya diri. Masih ada dua hari tersisa. Jika bisa memilih, saya pilih percaya diri setelah sesi pemanasan. Tapi ketika ban memberikan grip tambahan, catatan waktu akan semakin rapat. Dan ini rahasia: ketika grip optimal, saya merasa sangat nyaman," imbuh Marc Marquez.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Seni Ala Marquez

Marc Marquez juga menjelaskan alasannya tak ngotot mengukir waktu lap terbaik pada latihan bebas kedua. 

"Di trek ini mudah melahap satu lap dengan cepat. Tapi menjadi cepat dab konsisten selama 25 lap di sirkuit grip rendah seperti ini adalah seni. Kami menjalani balapan panjang, jadi butuh konsistensi. Itu yang sulit," urai Marquez. 

"Itulah sebabnya kami fokus pada hal itu sepanjang Jumat. Tapi, kami masih punya beberapa detail yang harus diperbaiki," kata pembalap yang mengoleksi lima gelar juara dunia MotoGP tersebut. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya