Pelatih Arema FC Senang Timnas Indonesia U-22 Raih Sukses

Oleh Liputan6.com pada 28 Feb 2019, 09:50 WIB
Para pemain Timnas Indonesia merayakan gelar juara Piala AFF U-22 2019 setelah mengalahkan Thailand pada laga final. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Liputan6.com, Jakarta Keberhasilan Timnas Indonesia U-22 menjuarai Piala AFF U-22 disambut gembira pelatih Arema FC, Milomir Seslija. Pasalnya, skuat besutannya ikut berperan dalam sukses Garuda Muda -julukan Timnas U-22- pada ajang tersebut.

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 sukses meraih gelar juara pada ajang Piala AFF U-22. Pada partai final, yang dihelat di Stadion Nasional Phnom Penh Kamboja, skuat besutan Indra Sjafri tersebut mengalahkan Thailand dengan skor 2-1.

Dalam ajang persiapan jelang terjun ke turnamen Piala AFF U-22 ini, Timnas U-22 menggelar sejumlah uji coba. Salah satu lawan uji coba mereka adalah Arema FC. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/02) lalu, kedua tim bermain imbang 1-1.

Menurut Milo, laga uji coba ini merupakan peran serta Arema dalam kesuksesan Timnas Indonesia U-22. Ia senang pada akhirnya Garuda Muda mampu meraih prestasi tertinggi mereka pada ajang AFF U-22 tersebut.

"Saya bangga dengan raihan Timnas U-22," ucap Milo, Rabu (27/08).

"Saya senang kami menjadi bagian dari kesuksesan mereka. Kami membantu mereka dan ini merupakan latihan yang sangat bagus bagi mereka," sambungnya.

2 of 3

Puji Kualitas Witan Sulaiman Dkk

Milo menyebut, sukses Timnas U-22 pada ajang ini sejatinya bukan sebuah hal mengejutkan. Pasalnya, menurut pelatih asal Bosnia ini, para penggawa Garuda Muda memiliki kualitas di atas rata-rata.

"Seperti saya selalu bilang, para pemain Indonesia punya potensi yang sangat besar," kata Milo.

"Mereka bisa memanfaatkan potensi ini dengan sangat baik dan mampu mengakhiri turnamen ini dengan hasil gemilang," sambungnya.

3 of 3

Soroti Peran Hanif Sjahbandi

Selain itu, Milo juga mengungkapkan pendapatnya soal peran satu-satunya pemain Arema di Timnas U-22, Hanif Sjahbandi. Menurut pelatih berusia 54 tahun ini, kendati sama sekali tak dimainkan pada partai final, Hanif telah mampu menunjukkan peran apiknya pada laga semifinal.

"Ketika Hanif tak dimainkan pada partai final, mungkin pelatih punya pertimbangan lain," ujar Milo.

"Ini hal normal saja, bisa saja pilihan tersebut karena Hanif lelah atau alasan lain. Namun, hal ini tak mengubah kenyataan bahwa Hanif adalah pemain bagus," tandasnya.

Sumber: bola.net

Lanjutkan Membaca ↓