Inter Milan Jadi Klub Idaman Mourinho, Sinyal Merapat?

Oleh Liputan6.com pada 26 Feb 2019, 10:55 WIB
Diperbarui 26 Feb 2019, 10:55 WIB
Jose Mourinho
Perbesar
Jose Mourinho kirim sinyal kembali melatih Inter Milan. (AP Photo / Paul White)

Liputan6.com, Milan - Hingga sekarang, Jose Mourinho masih belum menambatkan hatinya kepada klub manapun. Pelatih asal Portugal tersebut memiliki kriteria khusus yang dulunya pernah ia dapatkan saat masih menukangi tim raksasa Italia, Inter Milan.

Seperti yang diketahui, Mourinho dilengserkan dari jabatannya sebagai pelatih Manchester United pada bulan Desember 2018 lalu. Ia dianggap sebagai biang dari serangkaian hasil buruk yang dituai oleh The Red Devils sejak awal musim 2018/2019 ini.

Selepas dari Old Trafford, Mourinho masih belum menerima pinangan dari banyak klub besar Eropa. Beberapa tim, seperti Real Madrid dan Inter Milan, sempat dikabarkan tertarik. Namun keduanya belum melakukan pergerakan hingga sekarang.

Pelatih asal Portugal itu sendiri sebenarnya cukup milih-milih saat menentukan klub selanjutnya. Saat diwawancarai oleh Telegraph, Mourinho berujar bahwa dirinya tertarik untuk menukangi klub memiliki potensi dan kesabaran untuk menjadi 'pemburu gelar'.

"Sebuah klub yang belum siap untuk menjadi pemburu gelar sesegera mungkin, tapi dengan ambisi untuk menjadi pemburu gelar," tutur Mourinho saat ditanya mengenai kriteria klub idaman berikutnya, yang mengarah ke Inter Milan.

"Bila itu adalah klub yang tak memiliki ambisi, saya tidak akan mau. Saya menolak (tawaran pekerjaan) itu karena saya menginginkan sepak bola dengan level tinggi serta ambisi pada level tertinggi," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Punya Ideologi

Inter Milan
Perbesar
Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti (Tiziana FABI / AFP)

Namun, Mourinho melanjutkan, itu adalah syarat nomor dua dalam klasifikasi klub idamannya. Yang pertama adalah klub tersebut harus berisikan orang-orang yang memiliki ideologi juga bisa bekerja sama dengannya, seperti waktu di Inter Milan dulu.

"Itu adalah kriteria kedua saya. Kriteria pertama adalah rasa empati secara struktural. Saya ingin bekerja dengan orang yang saya sukai, Orang yang ingin saya ajak bekerja sama, yang di mana saya senang bekerja dengannya, dengan orang yang memiliki ide yang sama dengan saya," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Bagian Terpenting

"Saya memiliki itu semua di Inter. Ada klub seperti ini. Normalnya, itu adalah bagian terpenting dalam sebuah klub yang sukses," tandasnya.

Bersama Inter, Mourinho bisa dibilang mencapai puncak kesuksesan sebagai seorang pelatih. Pria yang kerap dijuluki 'The Special One' itu berhasil mengantar Nerazzurri meraih treble pada musim 2008/2009 silam.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓