Liverpool dan Manchester City Bakal Bertarung Sampai Akhir

Oleh Liputan6.com pada 07 Feb 2019, 13:50 WIB
Diperbarui 09 Feb 2019, 08:13 WIB
Manchester City Vs Newcastle United

Liputan6.com, Jakarta Manajer Manchester City Pep Guardiola meyakini perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini tidak akan mudah. City saat ini mampu menyalip Liverpool di puncak klasemen sementara Premier League 2018/19 pasca mengalahkan Everton (2-0), Kamis (7/2) dini hari WIB, namun menurut Guardiola keunggulan itu belum bisa jadi penentu.

Baik Man City maupun Liverpool memang terus dijagokan sebagai kandidat kuat juara Premier League musim ini. Kedua tim itu silih berganti merebut peringkat pertama, kali ini Liverpool digeser karena kalah selisih gol meski masih memiliki tabungan satu pertandingan. 

Melihat musim masih panjang, Guardiola percaya aksi gusur-menggusur itu akan terus berlanjut di sisa musim. Masih ada 12 pertandingan sisa, dan Guardiola tidak yakin Man City atau Liverpool bisa memenangkan semuanya.

Oleh sebab itu, dia percaya yang terpenting saat ini adalah menjaga fokus sebaik mungkin.

Menurut Guardiola, 12 pertandingan sisa ini akan jadi penentu segalanya. Dia merasa Man City akan kehilangan poin, tapi semoga tidak terlalu banyak. Di saat yang sama, dia menekankan bahwa Liverpool masih harus menjalani banyak laga sulit, termasuk bertandang ke Old Trafford.

"Mereka [Liverpool] harus memainkan pertandingan di Old Trafford, jadi kita lihat saja apa yang terjadi. Kami jadi pemimpin klasemen tetapi masih ada 12 pertandingan sisa untuk dimainkan dengan banyak poin," tegas Guardiola di Manchester Evening News.

"Saya rasa kami akan kehilangan poin - semoga seminim mungkin - dan lawan kami [Liverpool] juga akan kehilangan poin. Saya tidak berpikir siapa pun akan memenangkan 12 pertandingan beruntun."

2 dari 2 halaman

Pantang Menyerah

Manajer Manchester City, Pep Guardiola
Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (AFP/Oli Scarff)

Lebih lanjut, Guardiola mengaku puas berhasil membawa Man City ke puncak klasemen. Meski demikian, dia meminta skuatnya menyadari bahwa mereka bermain satu pertandingan lebih banyak, yang berarti segala kemungkinan masih bisa terjadi.

"Jauh lebih baik [berada di puncak] tapi kami memiliki satu laga lebih. Inilah yang terbaik yang bisa kami lakukan. Satu bulan lalu, kami bisa saja tertinggal 10 poin di belakang Liverpool, dan tujuh hari lalu kami bisa saja tertinggal tujuh poin. Sekarang kami di puncak klasemen."

"Apa pelajarannya? Jangan pernah menyerah," tandas dia.

Sumber Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓