La Masia Tinggal Nama, Barcelona Lebih Memilih Belanja

Oleh Okky Herman Dilaga pada 25 Jan 2019, 09:20 WIB
Diperbarui 25 Jan 2019, 09:20 WIB
La Masia
Perbesar
Barcelona memiliki akademi La Masia yang dianggap sukses mengorbitkan beberapa pemain berbakat. (AFP/Josep Lago)

Jakarta - Barcelona meresmikan kedatangan Frenkie de Jong dari Ajax Amsterdam, Rabu (23/1/2019). El Azulgrana menyetor dana maksimal 86 baginya.

De Jong akan mulai berseragam Barcelona pada musim panas 2019. Barcelona sepakat tidak terburu-buru mendatangkan De Jong pada Januari ini.

Pemain berusia 21 tahun itu menjadi pemain ketiga yang diresmikan Barcelona selama sebulan terakhir. Sebelumnya, Azulgrana mengonfirmasi perekrutan Jeison Murillo dan Kevin-Prince Boateng.

Namun, Murillo maupun Boateng datang dengan status pemain pinjaman. Keduanya juga bukan pemain muda, karena masing-masing berusia 26 tahun (Murillo) dan 31 tahun (Boateng).

Sebelum mereka, empat pemain baru sudah direkrut pada awal musim ini. Malcom, Clement Lenglet, Arthur, dan Arturo Vidal membuat Barcelona merogoh kocek lebih dari 100 juta euro.

Belum lagi catatan belanja Barcelona yang mencapai lebih dari 250 juta euro saat mendatangkan Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele pada musim sebelumnya. Dalam dua musim terakhir, Barcelona telah mengeluarkan uang lebih dari 450 juta euro untuk pemain baru.

2 dari 3 halaman

Tersendat di Lionel Messi

Barcelona vs Levante
Perbesar
Striker Barcelona Lionel Messi beraksi pada laga melawan Levante di Camp Nou, Kamis (17/1/2019). (AFP/Josep Lago)

Aktivitas Barcelona di bursa transfer dalam beberapa tahun terakhir membuat sebagian suporter khawatir. Para pendukung setia El Barca mulai mempertanyakan program pengembangan pemain muda Barcelona yang lebih dikenal dengan sebutan La Masia.

Program tersebut sudah dimiliki Barcelona sejak 1979. Hingga kini, lebih dari ratusan pemain sudah pernah menimba ilmu di La Masia.

Beberapa pemain di antara sukses menembus skuad utama Barcelona. Bahkan, para alumnus seperti Xavi Hernandez, Carles Puyol, Victor Valdes, Andres Iniesta, hingga Lionel Messi menorehkan berbagai rekor untuk tim kebanggaan Catalan itu.

Pada sepak bola modern sekarang, La Masia mulai kesulitan mengorbitkan para pemain muda. Pemain terakhir lulusan La Masia yang mampu menembus tim utama hanya satu orang, yakni Carles Alena.

Beberapa tahun sebelumnya, Barcelona hanya memperkenalkan Sergi Samper dan Munir El Haddadi sebagai pemain utama. Namun, keduanya kesulitan menembus tim utama, bahkan nama terakhir sudah dilego ke Sevilla, beberapa pekan lalu.

Sejak era Messi, Sergio Busquets, dan Pedro Rodriguez, Barcelona sudah jarang menjadikan pemain lulusan La Masia sebagai pemain penting skuad senior. Hanya Sergi Roberto yang kemudian bisa menembus barisan pemain terkenal Barcelona era sekarang.

3 dari 3 halaman

Proses panjang

Riqui Puig
Perbesar
Riqui Puig (Lachlan Cunningham / AFP)

Lantas, burukkah kualitas para pemain muda Barcelona saat ini? Jawaban pastinya memang bakal diketahui pada masa mendatang.

Jika menilik keadaan saat ini, beberapa pemain sempat digadang-gadang bisa menembus skuad utama Barcelona. Jorge Cuenca, Juan Miranda, Marc Cucurella, Riqui Puig, maupun Abel Ruiz merupakan harapan bagi Barcelona.

Mayoritas dari mereka sedang membela Barcelona B. Satu pemain sedang menjalani masa peminjaman di Eibar, yakni Cucurella.

Di bawah Barcelona B, terdapat skuad Barcelona U19A. Di tim tersebut, dua nama mulai mencuri perhatian, yakni Labinot Kabashi dan Anssumane Fati.

Barcelona pun masih memiliki skuad U19B dan Youth Team (biasanya di bawah 16 tahun). Dengan kata lain, Barcelona sebenarnya memiliki potensi mengembangkan pemain dari akademi sendiri seperti sediakala.

Namun terkadang, sepak bola modern membutuhkan hasil ketimbang proses. Bisa saja, nama besar La Masia mulai menghilang, seiring kebiasaan Barcelona yang mulai membeli pemain dari luar negeri.

 

Sumber: Bola.com

Lanjutkan Membaca ↓