Berebut Penalti, Ranieri Ingin Bunuh Pemain Fulham

Oleh Adyaksa Vidi pada 30 Des 2018, 19:40 WIB
Diperbarui 30 Des 2018, 19:40 WIB
Leicester City, Swansea City, Premier League
Perbesar
Manajer Fulham, Claudio Ranieri(Nick Potts/PA via AP)

Liputan6.com, London - Kemenangan Fulham atas Huddersfield Town, Sabtu (29/12/2018) tak membuat Claudio Ranieri senang. Manajer asal Italia itu justru ingin membunuh strikernya, Aboubakar Kamara.

Hal ini tak lepas dari kejadian di Craven Cottage 10 menit sebelum laga berakhir. Kamara berebut penalti dengan striker andalan Fulham, Aleksandar Mitrovic.

Beberapa pemain sempat membela Mitrovic untuk mengambil penalti. Namun Kamara bersikukuh untuk mengambilnya.

Bahkan Ranieri sempat berteriak dari pinggir lapangan agar Kamara tidak mengeksekusi penalti. Tetapi dia tak mendengarkannya dan membuat seisi stadion kesal.

Ironisnya penalti yang dilakukan Kamara mampu diblok kiper Huddersfield, Jonas Lossl. Beruntung Fulham mampu menang setelah Mitrovic mencetak gol pada menit terakhir.

 

2 dari 2 halaman

Komentar Ranieri

Ancelotti dan 4 Pelatih Italia Berprestasi di Daratan Inggris
Perbesar
1. Claudio Ranieri - Terbiasa melatih klub papan tengah tak membuat Ranieri dipandang sebelah mata. Pada tahun 2015, Leicester City sukses ia bawa menjadi kampiun Premier League untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. (AFP/Charly Triballeau)

"Kamara tidak menghormati saya, klub, penonton, dan juga pemain lainnya. Jujur saya ingin membunuhnya," kata Ranieri seperti dilansir Evening Standard.

"Saat seseorang hanya memikirkan dirinya sendiri itu tidak benar. Ini pengalaman pertama saya sebagai manajer melihat hal seperti itu," katanya menambahkan.

"Kamara juga tidak meminta maaf di ruang ganti. Mustahil berbicara dengan orang seperti itu."

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓