Rodgers: Menangani Liverpool Bikin Stres

Oleh Adyaksa Vidi pada 30 Des 2018, 19:20 WIB
Diperbarui 31 Des 2018, 02:15 WIB
Brendan Rodgers

Liputan6.com, Liverpool - Brendan Rodgers mengungkapkan cerita menarik usai dipecat Liverpool tiga tahun lalu. Ternyata manajer asal Irlandia Utara itu mengalami stres berat selama dan seusai menangani The Reds.

Rodgers menangani Liverpool selama tiga musim. Sayangnya ia gagal memberikan gelar apapun bagi The Reds.

Prestasi terbaiknya hanya membawa Liverpool finis di posisi kedua pada musim 2013/14. Akhirnya Rodgers pun dipecat Oktober 2015, 18 bulan usai menandatangani kontrak baru.

"Usai dipecat saya langsung berlibur ke Spanyol selama sepekan, lalu saya ke Dubai. Tetapi beberapa hari ke Dubai saya harus dilarikan ke rumah sakit," kata Rodgers seperti dilansir Liverpool Echo.

"Saya menjalani beberapa tes dan dokter bertanya soal kehidupan saya, pekerjaan dan keluarga. Mereka menganalisa dan mengungkapkan kalau tubuh saya stres dan mencapai puncaknya usai dipecat."

 

2 dari 2 halaman

Butuh Jeda

brendan rodgers
Manajer Celtic FC, Brendan Rodgers. (AFP/Josep Lago)

Rodgers pun menyadari tekanan di Liverpool sangat berat. Apalagi tuntutan untuk meraih gelar datang setiap musimnya.

"Liverpool merupakan klub terbesar di dunia, bahkan saat Anda menang stres tetap datang. Kehidupan di sana seperti roller coaster," ucapnya.

"Itu sebabnya setelah dipecat saya mengambil waktu untuk beristirahat. Saya butuh mengisi energi menghadapi tantangan berikutnya."

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Georgina Rodriguez Jadi Tukang Cukur Dadakan Demi Ronaldo