3 Anggota Exco PSSI yang Diduga Terlibat Pengaturan Skor

Oleh Windi.Wicaksono pada 28 Des 2018, 13:00 WIB
Ketua PSSI Hentikan Sementara Kompetisi Liga 1 2018

Liputan6.com, Jakarta - PSSI ternyata masih belum bisa memperbaiki sepak bola Indonesia. Hal itu terbukti dari masih maraknya kasus pengaturan skor yang menimpa kompetisi sepak bola di Indonesia.

Bahkan, para petinggi PSSI diduga malah terlibat dalam pengaturan skor tersebut. Pemerintah pun sampai membentuk Satgas (Satuan Petugas) Antimafia Bola Polri untuk memberantas pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola di Tanah Air.

Ini menjadi ironi, para pengurus PSSI yang seharusnya memajukan sepak bola Indonesia malah ikut menghancurkannya. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi terbukti tidak dapat mengontrol bawahannya.

Terbongkarnya kasus pengaturan skor berawal dari acara di salah satu stasiun tv swasta, Mata Najwa dengan tema "PSSI Bisa Apa Jilid 2". Salah satu saksi mengungkapkan bagaimana dia dimintai uang agar klubnya bisa promosi.

Sebelumnya di acara Mata Najwa, Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, menyebut sosok-sosok yang terlibat dan di antaranya terdapat nama sejumlah Exco PSSI.

Satgas Antimafia Bola Polri melaksanakan tugas setelah menerima pengaduan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Berikut 3 anggora Exco PSSI yang diduga terlibat pengaturan skor. 

 

2 of 4

1. Johar Lin Eng

johar-lin-eng-140214c.jpg
Johar Lin Eng, Exco PSSI yang ditangkap Satgas Antimafia Bola Polri (Foto: Istimewa)

Anggota Exco PSSI Johar Lin Eng ditangkap Satgas Antimafia Bola Polri setelah dilaporkan terlibat dalam pengaturan skor pertandingan. Pengaduan tersebut mengungkapkan bahwa terdapat pihak-pihak yang meminta uang agar klub dapat promosi dari Liga 3 ke Liga 2.

Johar Lin Eng ditangkap di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (27/12/2018). Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengurus Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.

Johar, yang menjabat sebagai Komite Sepak Bola ini menawari Ayah Lasmi, Budhi Sarwono, yang juga mantan ketua Askab PSSI Banjarnegara, untuk menjadi tuan rumah babak 32 besar Liga 3 2018.

Syaratnya, Budhi harus menyetor dana sebesar Rp 500 juta. Lasmi juga menyimpan bukti transfer uang sejumlah Rp 25 juta kepada Johar.

3 of 4

2. Hidayat

Hidayat PSSI
Hidayat (kanan) saat menyatakan mundur dari Exco PSSI. (Bola.net/Fitri Apriani)

Sebelum nama Johar Lin Eng disebut, nama Exco PSSI lainnya, Hidayat lebih dulu disebut dalam dugaan pengaturan skor. Nama Hidayat disebut dalam acara Mata Najwa PSSI Bisa Apa Jilid 1

Hidayat menjabat sebagai Ketua Komite Pengembangan Sepakbola Usia Muda. Keterlibatan Hidayat dalam pengaturan skor diungkap oleh manajer Madura FC, Januar Herwanto.

Hidayat telah dihukum Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dengan larangan tiga tahun berkecimpung di dunia sepakbola dan dua tahun tidak boleh menyaksikan pertandingan di stadion secara langsung. Juga, beserta denda Rp 150 juta.

Sebelum PSSI mengumumkan hukuman kepadanya, Hidayat lebih dulu melakukan konferensi pers perihal pengunduran dirinya dari Exco PSSI pada 3 Desember 2018.

4 of 4

3. Papat Yunisal

Papat Yunisal
Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia, Papat Yunisal (dua dari kiri). (Liputan6.com/Indra Pratesta)

Masih dari keterangan Lasmi di acara Mata Najwa, yang menyebut keterlibatan anggota Exco PSSI, Papat Yunisal. Papat menjabat sebagai Ketua Komite Sepakbola Wanita.

Lasmi menyebut Papat bisa melancarkan Persibara naik kasta ke Liga 2 dengan berkontribusi terhadap Timnas Putri.

Kontribusi tersebut berupa pendanaan kepada Timnas Putri U-16, yang membutuhkan dana. Lasmi disodori proposal sebesar Rp 300 juta dengan imbalan klubnya promosi ke Liga 2 dan menjadi manajer Timnas U-16.

Papat diketahui juga menjabat sebagai wakil komisi studi strategis dan wakil ketua komite medis. Di Komite Sepakbola Wanita, Papat didampingi Verry Mulyadi, yang merupakan wakilnya.

Saksikan video menarik di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓