Solskjaer Mengaku Menjiplak Gaya Melatih Manajer Legendaris MU

Oleh Liputan6.com pada 21 Des 2018, 10:10 WIB
Ole Gunnar Solskjaer

Liputan6.com, Manchester - Caretaker manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer mengaku punya sosok yang dijadikan acuan dalam melatih. Sosok tersebut tidak lain adalah manajer legendaris MU, Sir Alex Ferguson.

Sosok Sir Alex begitu melekat dengan MU. Dia menjadi manajer selama lebih dari seperempat abad di MU. Banyak gelar juara yang sudah dibawa oleh Sir Alex ke Old Trafford.

Bukan hanya melahirkan pemain-pemain hebat, Sir Alex juga mampu mencetak sosok yang kelak bakal jadi pelatih. Banyak mantan anak asuhnya yang kemudian menjadi pelatih. Salah satunya adalah Solskjaer.

Solskjaer secara terbuka bahwa dia menjiplak gaya melatih Sir Alex Ferguson di (MU).

2 of 3

Menjiplak Ferguson

Sir Alex Ferguson
Mantan Manajer Manchester United (MU) Sir Alex Ferguson. (AFP/Paul Ellis)

Solskjaer ditunjuk sebagai caretaker manajer MU. Dia akan bertugas selama enam bulan ke depan, sebelum MU menunjuk manajer baru. Selama enam bulan, Solskjaer akan menerapkan ilmu yang didapatkan dari Sir Alex.

"Saya memang mendapatkan gaya manajerial saya dari Sir Alex," buka Solskjaer dalam wawancara dengan MUTV.

"Dia membawa pengaruh yang begitu besar pada saya. Tapi, saya punya kepribadian yang berbeda. Saya juga harus menjadi diri saya sendiri. Saya senang dengan berbicara dengan orang, terlibat interaksi dan melihat mereka mengekspresikan diri."

"Kami hanya ingin melihat semua orang mengekspresikan diri. Itu yang membuat saya bahagia," tandas manajer berusia 55 tahun tersebut.

3 of 3

Keyakinan Tinggi

Ole Gunnar Solskjaer tidak menampik jika dia pernah gagal di Premier League bersama Cardiff City. Namun, dia merasa cukup percaya diri, dengan segala pengalaman yang diperoleh. Baik itu pengalaman buruk dan baik.

"Saya telah melatih kurang lebih 10 tahun. Tentu saja Anda merasa lebih percaya diri. Semakin banyak kesalahan yang Anda lakukan, Anda bisa belajar dari itu."

"Saya melakukan beberapa kesalahan, tapi saya menjadi juara liga [Norwegia bersama Molde] dan juara piala liga, saya juga telah terdegradasi. Tapi, saya merasa mengenal dengan baik cara ini. Ini tentang mengelola pemain," tutup Solskjaer.

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓