Kashima Antlers vs Real Madrid: Go Oiwa Ingin Balas Dendam

Oleh Defri Saefullah pada 19 Des 2018, 10:30 WIB
Diperbarui 19 Des 2018, 10:30 WIB
Kashima Antlers
Perbesar
Kashima Antlers bersiap menghadapi Real Madrid (Giuseppe CACACE / AFP)

Liputan6.com, Abu Dhabi - Go Oiwa masih menjadi asisten pelatih saat Real Madrid kalahkan Kashima Antlers 4-2 lewat perpanjangan waktu pada final Piala Dunia Antarklub 2016 lalu. Kini, Oiwa sudah naik jabatan menjadi pelatih.

Meski respek dengan Real Madrid, Oiwa mengaku ingin membalaskan dendam atas kekalahan menyakitkan timnya lawan Real Madrid pada dua tahun lalu. Dia paham misi ini bakal sulit dilakukan.

Real Madrid kini sudah tergerus usai ditinggalkan megabintang Cristiano Ronaldo. Lalu, Madrid juga baru mengganti pelatih dengan menunjuk Santiago Solari.

Pada pertemuan 2016, Ronaldo menjadi momok menakutkan bagi Kashima Antlers. Lewat hattricknya, klub asal Jepang itu gagal cetak sejarah jadi juara Piala Dunia Antarklub.

Padahal saat itu, Antlers sudah unggul 2-1 terlebih dahulu lewat dua gol Gaku Shubasaki hingga menit ke-60. Namun Ronaldo samakan skor dan CR7 pula yang mencetak dua gol untuk Real Madrid di babak perpanjangan waktu.

 

2 dari 3 halaman

Komentar Go Oiwa

Go Oiwa
Perbesar
Pelatih Kashima Antlers, Go Oiwa ingin membalaskan dendam lawan Real Madrid (ATTA KENARE / AFP)

"Saya tak melihat banyak perbedaan antara Madrid sekarang dan yang kami hadapi dua tahun lalu di final," kata Oiwa seperti dikutip Marca.

"Benar, mereka dulu punya Cristiano Ronaldo tapi saat ini mereka punya pemain muda dan berbakat, pemain yang sudah berkembang, jadi mereka masih tim yang kuat."

Dia menunjuk Marco Asensio, Nacho Fernandez dan Lucas Vazquez sebagai pemain yang menjanjikan di kubu Real Madrid. "Saya pikir kami harus khawatir dengan kekuatan lawan kami," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Hanya di Spanyol

Kashima Antlers vs Real Madrid
Perbesar
Jadwal Piala Dunia Antar Klub, Kashima Antlers vs Real Madrid. (Bola.com/Dody Iryawan)

Oiwa juga menilai, Real Madrid sedang tidak krisis. Hal itu, kata dia, hanya terjadi saat Madrid main di Spanyol.

"Madrid berbahaya di seluruh posisi. Saya harus tanya Anda: Apa yang sudah berubah di Madrid? Mereka hanya krisis di Spanyol, bukan lawan kami," katanya.

"Enam bulan lalu, mereka juga Liga Champions. Secara umum, tak ada yang berubah dari mereka. Mereka tetap tim hebat," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓