Tanpa Elemen Tim Persija, Teco Mengaku Bukan Apa-Apa

Oleh Edu Krisnadefa pada 10 Des 2018, 13:50 WIB
Diperbarui 10 Des 2018, 13:50 WIB
Persija Vs Mitra Kukar
Perbesar
Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, diangkat pemain saat selebrasi juara Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu (09/12). Persija Jakarta menang 2-1 atas Mitra Kukar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta - Sukses Persija Jakarta jadi kampiun Liga 1 2018 tak bisa dilepaskan dari sosok pelatih Stefano Cugurra. Pria yang akrab dipanggil Teco ini berhasil membawa Tim Macan Kemayoran menjadi klub yang disegani.

Tak heran, Teco pun didaulat menjadi Pelatih Terbaik Liga 1 2018. Teco mengungguli dua kandidat lainnya: Mario Gomez (Persib Bandung) dan Robert Rene Alberts (PSM Makassar).

Namun begitu, Teco ternyata sosok yang rendah hati. Pelatih asal Brasil ini menyebut, dirinya bukan apa-apa tanda adanya dukungan dari pemain, menajemen, suporter, serta semua pihak di Persija.

“Terima kasih kepada teman-teman telah memilih saya. Namun, kerja saya selama di Persija berhasil karena adanya kerja sama dengan para asisten pelatih, tim dokter, ofisial dan manajemen,” ujar Teco, di situs resmi Persija.

Ditunjuk menangani Persija sejak 2017, Teco memang bisa dibilang sukses besar. Tahun ini, Tim Macan Kemayoran dibawanya meraih tiga trofi sekaligus.

Selain gelar Liga 1 2018, Persija sebelumnya juga memenangi ajang Boost Sports Super Fix 2018 di Malaysia dan Piala Presiden 2018.

2 dari 3 halaman

Pujian Ismed

Stefano  Cugurra Teco
Perbesar
Pelatih terbaik Liga 1 2018 Stefano Cugurra Teco. (Bola.com/Dody Iryawan/Adreanus Titus)

Tak heran, Teco pun jadi idola pemain Persija. Kapten Persija, Ismed Sofyan, menyebut mantan pelatih fisik Persebaya Surabaya inis sebagai figur pelatih yang tegas, disiplin, dan profesional.

“Pelatih tidak pernah melihat nama besar. Pemain akan diturunkan jika performanya bagus dalam latihan, bukan karena hal lain,” ujar Ismed memuji.

 

3 dari 3 halaman

Klasemen Akhir Liga 1

 
Lanjutkan Membaca ↓