Presiden UEFA: Liga Super Europa Hanya Fiksi

Oleh Adyaksa Vidi pada 21 Nov 2018, 10:15 WIB
Diperbarui 21 Nov 2018, 10:15 WIB
logo uefa
Perbesar
Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)

Liputan6.com, Nyon - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin buka suara soal wacana pembentukan Liga Super Eropa. Ia yakin wacana tersebut takkan diwujudkan pada masa mendatang.

Ceferin menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Presiden Juventus Andrea Agnelli, sekaligus Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA) yang terdiri dari 200 klub top Eropa. Dan belakangan ini beredar kabar kalau beberapa klub top Eropa itu bakal membuat liga baru di luar Liga Champions.

Kabarnya mereka tak senang dengan pembagian hak siar yang diberikan UEFA selama ini. Mereka juga ingin menerapkan kompetisi penuh antar klub Eropa tak seperti Liga Champions yang bersifat turnamen.

"Super Liga Eropa takkan terjadi. Itu seperti cerita fiksi atau mimpi," ujar Ceferin seperti dilansir Evening Standard.

"Saya pikir pertanyaan soal Liga Super Eropa keluar dari konteks. Saya pikir semua klub punya kesempatan yang sama untuk bertarung di kompetisi resmi Eropa," ujarnya menambahkan.

 

 

2 dari 3 halaman

Komentar Agnelli

Andrea Agnelli
Perbesar
Andrea Agnelli (Vincenzo Pinto/AFP)

Hal serupa juga disampaikan oleh Agnelli. Ia menyebut ECA bakal terus mendukung kompetisi yang dibuat UEFA.

"Saya pastikan ECA tak pernah mendiskusikan, membuat, atau berkumpul untuk membuat ide soal kompetisi baru. Kami selalu bersama UEFA untuk kemajuan sepak bola," ujar Agnelli.

"Kami memang punya beberapa perbedaan dengan UEFA. Tetapi jika kami ingin mengembangkan sepak bola, maka kuncinya adalah persatuan."

3 dari 3 halaman

Liga Baru

Juventus-Tottenham Hotspur
Perbesar
Pelatih Massimiliano Allegri (kiri) danm presiden Juventus Andrea Agnelli melihat para pemain berlatih di Vinovo, Turin, Italia (12/2). Juventus akan bertanding pada babak 16 besar Liga Champions melawan Tottenham Hotspur. (AFP Photo/Miguel Medina)

Di sisi lain, Agnelli juga menyebut UEFA saat ini sedang menggodok liga baru yang akan bergulir selain Liga Champions dan Liga Europa.

"Saya pikir UEFA tahu mereka harus memikirkan pasar yang lain seperti Turki, Polandia, dan Rusia. Jadi tunggu saja keputusannya bulan depan," kata Agnelli.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓