Demi Tes Pramusim MotoGP 2019, Marquez Tunda Operasi Bahu

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 19 Nov 2018, 19:50 WIB
Diperbarui 20 Nov 2018, 10:15 WIB
Marc Marquez, MotoGP

Liputan6.com, Valencia - Total tiga balapan MotoGP 2018 yang dilewati Marc Marquez dengan rasa sakit dibahunya. Anehnya, pembalap Repsol Honda itu pun tak berencana melakukan operasi dalam waktu dekat meski musim 2018 telah berakhir.

Cedera Marquez bermula usai menyelesaikan balapan MotoGP Jepang di Twin Ring Motegi, 21 Oktober 2018. Saat sedang melakukan selebrasi usai dipastikan sebagai juara dunia, ia mengalami dislokasi bahu usai mendapatkan tepukan dari pembalap Aprilia, Scott Redding.

Dari sana, ia pun terpaksa menjalani balapan MotoGP Australia, Malaysia, dan Valencia dengan rasa sakit di bahunya. Rasa sakitnya pun semakin parah usai dirinya terjatuh saat melakoni sesi kualifikasi MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Sabtu (17/11/2018).

Pada akhirnya, The Baby Alien tak bisa mengerahkan kekuatan maksimal pada balapan MotoGP Valencia 2018. Ia juga harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah terjatuh. Anehnya, Marquez tak mau terburu-buru melakukan operasi untuk memulihkan kondisinya.

Itu karena saat ini ia ingin fokus pada tes pramusim MotoGP 2019 yang berlangsung di Valencia, 20-21 November 2018, dan di Jerez, Spanyol, 28-29 November 2018. Baru setelah itu akan akan melakukan operasi pada bahunya.

 

2 of 2

Fokus Tes

Keakraban Marc Marquez dengan Juara Dunia Moto2 dan Moto3
Juara Dunia MotoGP Marc Marquez (tengah) berswafoto bersama Juara Dunia Moto2 Francesco Bagnaia (kiri) dan Juara Dunia Moto3 Jorge Martin (kanan) usai Grand Prix Valencia di sirkuit Ricardo Tormo, Cheste, Spanyol, Minggu (18/11). (AP Photo/Alberto Saiz)

"Hanya beberapa hari saja dari jadwal tes dan saya akan siap untuk melakukannya. Masalahnya, saya tak pernah berhenti sejak Motegi. Ketika saya berlatih pekan kemarin, tidak di atas motor, saya memiliki masalah yang sama. Operasi dibutuhkan. Anda tidak bisa menyembuhkan diri," ujar Marquez, dikutip Crash.

"Saya hanya berkata kepada dokter bahwa saya ingin kembali dan siap untuk tes pada Februari. Akan ada satu teknik pemulihan yang dijalani dan membutuhkan waktu. Dr Mir berkata enam pekan, saya minta lima. Ini mentalitas pembalap," ia menambahkan.

Untungnya, kondisi itu didapat Marquez saat ia sudah mengunci gelar juara dunia di Jepang. Jika tidak, tentu akan lebih sulit bagi pembalap asal Spanyol itu untuk menjalani tiga balapan yang tersisa.

Lanjutkan Membaca ↓