Stadion Rajamangala, Kuburan Timnas Indonesia di Piala AFF

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 15 Nov 2018, 13:45 WIB
Diperbarui 15 Nov 2018, 13:45 WIB
Timnas Indonesia, Piala AFF 2016
Perbesar
Bek Timnas Indonesia, Fachruddin tertunduk usai laga final kedua Piala AFF 2016 melawan Thailand di Rajamangala National Stadium, Bangkok. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Bangkok - Timnas Indonesia memang tak cukup beruntung dalam undian penentuan laga kandang dan tandang Grup B Piala AFF 2018. Itu karena mereka menjalani laga kandang melawan tim enteng dan tandang saat menghadapi tim kuat.

Di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia mendapatkan jatah bermain dua kali sebagai tuan rumah dan dua kali sebagai tim tamu. Sialnya, status tuan rumah Indonesia justru saat hanya menghadapi Timor Leste dan Filipina. Saat melawan Singapura dan Thailand, mereka tampil sebagai tim tamu.

Terbukti, satu laga tandang yang telah dijalani Timnas Indonesia berakhir dengan kekalahan. Itu saat mereka menyerah 0-1 dari Singapura di National Stadium. Untungnya, tim Merah Putih bisa memanfaatkan laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste.

Kini, satu laga tandang yang berat telah menanti Timnas Indonesia. Itu saat mereka harus menantang Thailand di Rajamangala National Stadium, Sabtu (17/11/2018). Sialnya lagi, catatan Indonesia setiap kali tampil di Rajamangala juga tak begitu bagus.

Dalam perhelatan Piala AFF, Timnas Indonesia telah empat kali tampil di stadion berkapasitas 49.722 penonton tersebut. Hasilnya, tim Merah Putih tiga kali menelan kekalahan dan hanya sekali meraih kemenangan.

 

2 dari 2 halaman

Catatan Buruk

Indonesia vs Thailand (© AFP 2008)
Perbesar
Thai's Teeratep Winothai vies for the ball with Indonesian player Nova Arianto during their AFF Suzuki Cup match in Jakarta on December 16, 2008. Thailand win 1-0. AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Pertama kali Indonesia berkesempatan tampil di Rajamangala adalah partai semifinal Piala AFF 2000. Awal pertemuan Indonesia dengan Rajamangala ini berakhir manis. Pasalnya, Indonesia menang 3-2 atas Vietnam dalam laga yang dilanjut hingga babak extra time itu.

Selanjutnya, Indonesia kembali mentas di Rajamangala pada laga final melawan tuan rumah Thailand. Di sinilah catatan buruk Indonesia dimulai. Tak disangka-sangka, Indonesia dipermalukan Thailand 4-1. Indonesia kembali berkesempatan tampil di Rajamangala saat menghadapi Thailand pada leg kedua semifinal Piala AFF 2008. Indonesia yang saat itu masih diperkuat Budi Sudarsono menyerah 1-2.

Terkini, Indonesia tampil di sana pada leg kedua final Piala AFF 2016. Meski datang dengan modal kemenangan 2-1 pada leg pertama, Indonesia hanya bisa jadi runner-up setelah dipecundangi Thailand dua gol tanpa balas di Rajamangala.

Sejatinya, Thailand memang kerap memberikan mimpi buruk bagi Indonesia, tak hanya di Piala AFF. Dilansir situs 11v11, dari 76 pertemuan, Indonesia 37 kali berakhir sebagai pihak yang kalah. Sisanya, Indonesia menang 25 kali dan imbang 14 kali.

Karenanya, akan jadi tugas berat bagi Stefano Lilipaly dan kawan-kawan untuk menaklukkan kehebatan Thailand pada pertemuan kali ini. Namun, dengan modal kemenangan 3-0 atas Timor Leste, bukan tak mungkin motivasi mereka akan berlipat untuk duel ini.

Lanjutkan Membaca ↓