5 Catatan Menarik Laga Perdana Grup B Piala AFF 2018

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 10 Nov 2018, 10:09 WIB
Diperbarui 10 Nov 2018, 10:09 WIB
Singapura Vs Timnas Indonesia
Perbesar
Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama, menyundul bola saat melawan Singapura pada laga Piala AFF di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Singapura menang 1-0 atas Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Jakarta - Matchday pertama Grup B Piala AFF 2018 yang digelar Jumat (9/11/2018) menjadi milik Thailand dan Singapura. Thailand berhasil meraih kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste di Stadion Rajamangala, Bangkok, sementara Singapura mencatatkan kemenangan 1-0 atas Timnas Indonesia di Stadion Nasional, Singapura.

Dua pertandingan Grup B Piala AFF 2018 digelar dalam waktu bersamaan di dua tempat. Dari Singapura, Timnas Indonesia memberi kabar pahit. Awal perjalanan Tim Garuda berakhir dengan kekalahan.

Gol tunggal Hariss Harun pada menit ke-37 ke gawang Andritany Ardhiyasa menjadi satu-satunya pembeda yang lahir di pertandingan tersebut.

Permainan buruk yang diperagakan Timnas Indonesia berpengaruh signifikan terhadap kegagalan di pertandingan pertama. Bahkan statistik mencatat Tim Garuda hanya berhasil menciptakan satu shot on target dalam laga ini.

Sementara di pertandingan lain, Thailand yang sebenarnya berstatus tim tamu, berhasil meraih kemenangan besar atas Timor Leste. Tujuh gol Thailand bersarang di gawang Timor Leste, dengan empat di antaranya tercipta dalam 45 menit pertama.

Beberapa fakta menarik tersaji dalam dua pertandingan pertama Grup B Piala AFF 2018. Bola.com mencatat lima fakta menarik yang tersaji dalam dua pertandingan tersebut.

Sajian liputan eksklusif Timnas Indonesia di Piala AFF  2018 bisa pembaca nikmati dengan mengklik tautan ini

2 dari 6 halaman

Thailand Menang 7-0, Adisak Kraisorn Cetak 6 Gol

Adisak Kraisorn
Perbesar
Adisak Kraisorn (tengah) saat membela Thailand lawan Singapura (Soe Than WIN / AFP)

Thailand langsung tancap gas sejak pertandingan pertama di Piala AFF 2018. Bahkan saat laga baru berjalan tiga menit, Thailand sudah membuka kemenangan mereka lewat gol Adisak Kraisorn memaksimalkan umpan Wichaya Dechmitr.

Setelah gol pembuka tersebut tercipta, striker Thailand berusia 27 tahun itu seakan meluapkan performa yang bergairah setelah dua edisi Piala AFF sebelumnya gagal masuk skuat asuhan Kiatisuk Senamuang karena cedera.

Dalam waktu 45 menit, Thailand sudah unggul 4-0. Tak hanya itu, semua gol diborong Adisak Kraisorn.

Seakan tidak puas dengan quattrick yang sudah dicetak di babak pertama, striker Muang Thong United yang memang menjadi tumpuan lini depan Timnas Thailand di Piala AFF 2018 itu menambah dua gol lagi dalam waktu 12 menit awal babak kedua.

Timnas Thailand akhirnya meraih kemenangan telak 7-0 berkat satu gol tambahan pada masa injury time yang dicetak Supachai Jaided, pemain yang masuk menggantikan Adisak pada menit ke-87.

3 dari 6 halaman

2 Kartu Merah Pertama di Piala AFF 2018

Singapura Vs Timnas Indonesia
Perbesar
Wasit memberikan kartu merah kepada bek Timnas Indonesia, Putu Gede, saat melawan Singapura pada laga Piala AFF di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Singapura menang 1-0 atas Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Grup B Piala AFF 2018 baru dimulai, dua kartu merah sudah langsung keluar dari saku wasit. Kartu merah masing-masing diberikan untuk kiper Timor Leste, Aderito Fernandes, dan bek kanan Timnas Indonesia, Putu Gede Juni Antara.

Kiper Timor Leste harus mendapatkan kartu merah setelah wasit memberinya dua kartu kuning dalam kurun waktu lima menit. Kartu kuning pertama diberikan wasit pada menit ke-68 karena Aderito melakukan pelanggaran. Wasit mengeluarkan kartu kuning kedua lima menit kemudian karena kiper Timor Leste itu kembali melakukan pelanggaran.

Tak berbeda dengan Aderito, bek kanan Timnas Indonesia, Putu Gede Juni Antara, juga diusir wasit dalam pertandingan pertama yang dijalaninya di Piala AFF 2018 ini.

Setelah mendapatkan kartu kuning karena tekel keras pada menit ke-60, Putu Gede mendapat kartu kuning kedua pada masa injury time setelah melompat menyambut bola dengan posisi yang membahayakan pemain lawan.

Wasit pun tak ragu mengeluarkan kartu kuning kedua yang membuat Putu Gede harus absen dalam pertandingan kontra Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (13/11/2018).

 

4 dari 6 halaman

Fandi Ahmad Perpanjang Catatan Positif

Singapura Vs Timnas Indonesia
Perbesar
Pelatih Singapura, Fandi Ahmad, memberikan instruksi saat melawan Timnas Indonesia pada laga Piala AFF di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Singapura menang 1-0 atas Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Kemenangan yang diraih Singapura atas Timnas Indonesia di laga pertama Piala AFF 2018 memperpanjang tren positif The Lions sejak ditangani Fandi Ahmad yang ditunjuk sebagai pelatih interim mulai medio Mei 2018.

Kemenangan atas Timnas Indonesia itu membuat Singapura di bawah asuhan Fandi Ahmad sudah mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Raihan tersebut menjadi sebuah torehan mengesankan Fandi Ahmad.

Debut Fandi Ahmad berakhir dengan skor 1-1 ketika Timnas Singapura menghadapi Mauritius pada 7 September 2018. Namun, tiga kemenangan langsung dicatatkan Timnas Singapura setelah laga tersebut.

Kemenangan 2-0 atas Fiji dan Mongolia yang diraih Timnas Singapura pada 11 September dan 12 Oktober 2018 menjadi catatan positif Fandi Ahmad hingga akhirnya Singapura menang 2-1 atas Kamboja di laga uji coba terakhir sebelum berlaga di Piala AFF 2018 pada 16 Oktober 2018.

5 dari 6 halaman

Kemenangan Besar Pertama Thailand di Bawah Asuhan Milovan Rajevac

Milovan Rajevac
Perbesar
Pelatih Timnas Thailand, Milovan Rajevac. (Bola.com/FA Thailand)

Kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste merupakan kemenangan ketiga yang diraih Thailand sejak ditangani Milovan Rajevac. Namun, ini menjadi pertama kalinya The War Elephants meraih kemenangan telak di bawah asuhan pelatih asal Serbia itu.

Debut Rajevac menangani Thailand terjadi di semifinal King's Cup 2018 pada 22 Maret 2018. Saat itu, Thailand bermain imbang tanpa gol dengan Gabon sebelum akhirnya melangkah ke final lewat kemenangan dalam drama adu penalti.

Namun, Thailand akhirnya kalah di final. Menghadapi Slovakia di pertandingan puncak itu, Thailand kalah 2-3.

Kekalahan tersebut berlanjut ketika Thailand melakukan laga uji coba internasional kontra China di Bangkok pada 2 Juni 218. China menang 2-0 dalam pertandingan tersebut.

Namun, dalam dua laga uji coba internasional jelang Piala AFF 2018, Thailand bertandang ke Hong Kong dan menjamu Trinidad and Tobago pada 11 dan 14 Oktober 2018, akhirnya hasil positif muncul. Thailand menang 1-0 dalam dua laga tersebut.

Akhirnya laga pertama Thailand di Piala AFF 2018 menjadi catatan terbaik Rajevac dalam delapan bulan. Kemenangan 7-0 atas Timor Leste membuat Rajevac bisa tersenyum untuk terus memberikan hasil terbaik bagi tim asuhannya.

6 dari 6 halaman

Fandi Ahmad Menangi Duel Debut atas Bima Sakti

Jumpa Pers Singapura Vs Timnas indonesia
Perbesar
Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti dan pelatih Singapura, Fandi Ahmad, bersalaman saat jumpa pers jelang laga Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11). Timnas akan berhadapan dengan Singapura. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Fandi Ahmad dan Bima Sakti memang merupakan pelatih yang pernah berstatus sebagai pemain timnas. Fandi Ahmad menjadi bintang Timnas Singapura selama hampir dua dekade, yaitu sejak 1979 hingga 1997. Sementara Bima Sakti menjadi bintang Timnas Indonesia sejak 1995 hingga 2001.

Pertemuan keduanya di pertandingan pertama Grup B Piala AFF 2018 ini merupakan laga debut masing-masing pelatih di sebuah turnamen resmi. Namun, dengan masing-masing pelatih menampilkan pemain-pemain terbaik di laga tersebut, Fandi Ahmad lebih beruntung memenangi debutnya itu.

Gol tunggal Hariss Harun yang memanfaatkan bola liar dalam kondisi tak terkawal menjadi hukuman bagi Timnas Indonesia. Selain itu, harus diakui permainan Timnas Indonesia asuhan Bima Sakti tak memperlihatkan permainan yang serupa ketika tampil di Asian Games 2018.

Justru Fandi Ahmad mampu mengarahkan pemainnya untuk memanfaatkan pola permainan Tim Garuda yang buruk untuk terus memberikan tekanan hingga pertandingan usai.

Sumber: Bola.com

Lanjutkan Membaca ↓