Witan Sulaeman Komentari Kartu Merah Kapten Timnas Indonesia U-19

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 25 Okt 2018, 18:55 WIB
Diperbarui 25 Okt 2018, 18:55 WIB
Timnas Indonesia U-19
Perbesar
Pemain Timnas Indonesia U-19, Witan Sulaeman meminta dukunga suporter saat melawan Uni Emirat Arab U-19 pada penyisihan Grup A Piala AFC U-19 2018 di Stadion GBK, Jakarta, Rabu (24/10). Indonesia unggul 1-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Jakarta - Timnas Indonesia U-19 terpaksa tampil dengan 10 pemain saat mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) 1-0 pada laga terakhir Grup A Piala AFC U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (24/10/2018). Kapten Tim Garuda Nusantara, Nurhidayat Haji Haris, diusir oleh wasit karena melakukan pelanggaran yang berbuntut kartu kuning kedua.

Dalam kondisi unggul 1-0 berkat gol yang dicetak Witan Sulaeman pada menit ke-22, Nurhidayat melakukan pelanggaran cukup keras kepada Ali Saleh yang hendak melewatinya pada menit ke-29. Namun, di babak kedua, tepatnya pada menit ke-53, pemain yang karib disapa Dayat itu kembali melakukan pelanggaran keras dan kali ini kepada Omar Ahmad Saleh.

Dalam pelanggaran tersebut, Dayat tampak ikut terdampak keras, sehingga ditandu ke luar lapangan. Wasit Kim Heegon dari Korea Selatan memberikan kartu kuning kedua dan menunjukkan kartu merah kepada Dayat yang sedang ditandu.

Bicara soal kartu merah yang diterima Nurhidayat, Witan Sulaeman sang pencetak gol menanggapnya sebagai situasi yang wajar. Dayat mengakui kapten timnya melakukan pelanggaran keras, tapi memang harus dilakukan untuk mengamankan gawang Timnas Indonesia U-19.

"Dia melakukan pelanggaran sangat keras kepada pemain lawan, jadi wajar saja kalau akhirnya dia mendapatkan kartu merah. Namun, jika tidak begitu, mungkin justru akan membahayakan gawang kami," ujar Witan Sulaeman.

Bermain dengan 10 pemain dalam kurun waktu lebih dari setengah jam membuat Tim Garuda Nusantara harus berjuang keras. Namun, Witan Sulaeman dkk. tetap mampu melancarkan serangan-serangan hingga pertandingan berakhir.

"Memang kami harus bermain dengan 10 pemain. Namun, kami tahu kami harus bekerja lebih keras di pertandingan tersebut untuk bisa meraih kemenangan," ujarnya.

Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Jepang di perempat final Piala AFC U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018). Dalam laga tersebut, Indra Sjafri kemungkinan mempercayakan posisi yang ditinggalkan oleh Nurhidayat Haji Haris kepada Indra Mustafa yang dalam dua laga terakhir menjadi pengganti sang kapten.