Ulang Sejarah 40 Tahun Silam, Timnas Indonesia U-19 Menuju Panggung Dunia

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 25 Okt 2018, 17:15 WIB
Timnas Indonesia U-19

Liputan6.com, Jakarta Dunia sepak bola Indonesia selangkah lagi mencatat sejarah besar. Peluang meraih prestasi tinggi itu didapat Timnas Indonesia U-19 setelah lolos ke perempat final Piala AFC U-19 2018.

Pasukan Indra Sjafri berhak meraih tiket ke Piala Dunia U-20 jika mereka mampu menundukkan Jepang di babak 8 besar tersebut.

Timnas Indonesia U-19 maju ke babak selanjutnya dengan status runner-up Grup A, usai mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (24/10/2018) malam.

Sukses ini juga sekaligus mengakhiri penantian panjang Timnas Indonesia U-19. Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan mencapai babak gugur Piala AFC setelah menunggu 40 tahun.

Timnas Indonesia U-19 baru lolos lagi ke perempat final sejak 1978. Namun, ketika itu, timnas Indonesia langsung kandas di babak 8 besar karena kalah 0-2 dari Korea Utara.

Sejak perhelatan Piala AFC U-19 (sebelum 2008 disebut Piala AFC Junior) digelar pada 1959, timnas Indonesia U-19 sudah sembilan kali lolos dari fase grup. Prestasi terbaik tim Garuda Nusantara adalah menjadi juara pada edisi 1961 di Thailand.

2 of 5

Optimistis

Lawan UEA U-19, Indonesia Unggul 1-0 di Babak Pertama
Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri memberi arahan pada pemainnya saat melawan UEA U-19 pada penyisihan Grup A Piala AFC U-19 2018 di Stadion GBK, Jakarta, Rabu (24/10). Babak pertama, Indonesia unggul 1-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kegembiraan sudah pasti dirasakan Indra Sjafri. Rasa syukur serta pujian untuk anak asuhnya dilontarkan pelatih asal Padang, Sumatra Barat itu.

Namun, di balik itu Indra juga sudah langsung menatap tantangan berikutnya. Ia sadar, Jepang bukan lawan mudah bagi timnya.

Meski begitu Indra enggan pesimistis. "Kalau Tuhan berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin," kata Indra.

3 of 5

Sejarah

Timnas Indonesia U-19 Vs UEA U-19
Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, memeluk Asnawi Mangkualam usai mengalahkan UEA pada laga AFC U-19 Championship di SUGBK, Jakarta, Selasa (24/10). Indonesia menang 1-0 atas UEA. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Timnas Indonesia sebetulnya memiliki sejarah cukup baik di Piala AFC U-19. Mereka pernah menjadi kampiun pada 1961 dan runner-up dua kali di edisi 1967 dan 1970.

Pada edisi 1961, timnas Indonesia U-19 lolos ke partai puncak dan bertemu dengan Burma (saat ini Myanmar). Timnas saat itu bermaterikan pemain seperti Bob Hippy, Maulwi Saelan, Djamiat Dalhar dan dilatih sosok legendaris Tony Pogacnik.

4 of 5

Kisah Unik

Timnas Indonesia U-19 Kalah Tipis Dari Qatar U-19
Pemain Timnas Indonesia U-19 jelang melawan Qatar U-19 pada penyisihan Grup A Piala AFC U-19 2018 di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (21/10). Indonesia kalah 5-6. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Peristiwa unik terjadi di partai final. Skor pertandingan tetap 0-0 hingga waktu normal selesai.

Para pemain dari kedua tim pun sudah siap turun di babak perpanjangan waktu. Namun, Raja Thailand saat itu, Bhumibol Adulyadej memutuskan Indonesia juara bersama dengan Burma. Sang raja merasa iba melihat pemain dari kedua tim yang telah kelelahan.

Peristiwa unik lainnya terjadi di partai final edisi 1967. Timnas Indonesia U-19 diharuskan bertemu dengan Israel yang masih ikut ke dalam konfederasi Asia.

5 of 5

Partai Final

Pertandingan Piala AFC U-19 edisi 1967 berlangsung di Thailand. Timnas Indonesia U-19 lolos ke final setelah menggasak Singapura dengan skor 3-0.

Sayangnya, penampilan gemilang ini gagal diduplikasi di partai puncak. Timnas Indonesia U-19 menyerah dari Israel dengan skor telak 0-3.

Selepas edisi ini, Timnas Indonesia U-19 kembali masuk final pada edisi 1970. Nahas, timnas Indonesia U-19 kembali kalah 0-3, kali ini oleh Myanmar.

Lanjutkan Membaca ↓