HEADLINE: Sukses Gelar Asian Games 2018, Indonesia Sanggup Jadi Tuan Rumah Olimpiade?

Oleh Edu Krisnadefa pada 04 Sep 2018, 00:05 WIB
Diperbarui 05 Sep 2018, 23:13 WIB
Parade Atlet Asian Games 2018 Pakai Jas Hujan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia melepas Asian Games 2018 dengan gemilang. Tak hanya sukses dalam prestasi, soal penyelengaraan di Jakarta dan Palembang, Asian Games edisi ke-18 ini pun menuai banyak pujian dari dunia internasional.

Diawali dengan acara pembukaan yang spektakuler di Gelora Bung Karno (GBK), 18 Agustus, Asian Games 2018 langsung jadi primadona masyarakat Indonesia. Nyaris semua venue yang menggelar pertandingan Asian Games didatangi pengunjung.

Untuk cabang-cabang olahraga tertentu, seperti sepak bola, bulu tangkis, renang, bola voli, atau bola basket, masyarakat bahkan rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan tiket.

Lokasi-lokasi Asian Fest Asian Games 2018 yang berada di GBK, juga selalu dipenuhi masyarakat yang antusias. Di Asian Fest ini, masyarakat bisa menyaksikan berbagai atraksi, mulai pagelaran musik hingga nonton bareng pertandingan Asian Games di layar besar.

Dari sisi teknis pelaksanaan, Inasgoc selaku panitia pelaksana lokal, dibantu sukarelawan dianggap mampu membuat Asian Games ini berlangsung lancar. Atlet yang berlomba pun merasa nyaman.

Termasuk, tentu saja dari sektor keamanan. Yang paling kentara adalah bagaimana Inasgoc bersama kepolisian dan TNI sukses mengatasi kemacetan di Jakarta. Lewat beberapa rekayasa lalu lintas, mereka mengatur lalu lintas dengan baik sehingga pelaksanaan Asian Games berjalan tanpa gangguan berarti.

Suasana kondusif ini, plus antusias dan animo dan dukungan masyakarat Indonesia yang luar biasa, tentu saja berdampak langsung kepada para atlet yang bertanding. Mereka, para pahlawan olahraga Indonesia, jadi makin semangat berjuang di arena.

Hasilnya, kontingen Indonesia yang dipimpin Chef de Mission (CdM) Asian Games 2018 yang juga Menteri PANRB, Syafruddin, sukses menutup gelaran empat tahunan ini dengan menduduki posisi keempat di bawah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Total, Indonesia mengoleksi 98 medali, dengan perincian 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Banjir bonus melanda para atlet Indonesia.

Infografis Lonjakan Medali Indonesia di Asian Games 2018
Infografis Lonjakan Medali Indonesia di Asian Games 2018 (Liputan6.com/Abdillah)

Torehan ini memang melebihi target yang dibebankan pemerintah kepada tim Merah Putih. Di awal Asian Games 2018, Kontingen Indonesia "hanya" dibebankan target masuk 10 besar dengan 16-20 medali emas.

"Kami menilai Asian Games 2018 berlangsung sukses," ujar Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA), Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, saat menutup Asian Games 2018 di gelaran ceremony di GBK, Minggu (2/9).

Dalam pidatonya, pria asal Kuwait itu mengaku sangat terkesan dengan masyarakat Indonesia yang begitu bersemangat dalam penyelenggaraan Asian Games ini. Tak heran, beberapa kali dia coba menghibur dengan menggunakan bahasa Indonesia dan gestur tubuh yang lucu.

"Terima kasih Indonesia. Sampai jumpa lagi, kami cinta kalian," ujarnya, yang disambut tepukan riuh penonton yang memadati acara Closing Ceremony Asian Games 2018.

2 dari 3 halaman

Peluang Tuan Rumah Olimpiade

Pencak SIlat, GoldSpirit, Ayu Sidan Wilantari, Ni Made Dwiyanti
Pencak silat jadi cabang yang paling banyak menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di Asian Games 2018, 14 medali. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Tak heran, banyak yang berpendapat Indonesia pun sebenarnya bisa menjadi tuan rumah Olimpiade, ajang sejenis Asian Games, dengan cakupan lebih luas, seluruh dunia. Hal ini juga diyakini Presiden RI, Joko Widodo.

Hal itu diungkap Jokowi saat mengumpulkan para atlet peraih medali di Istana Negara, pagi hari sebelum gelaran closing ceremony.

"Dengan pengalaman yang kita miliki dalam penyelenggaraan Asian Games, maka Indonesia juga bisa dan mampu menjadi tuan rumah perhelatan yang lebih besar," ujarnya. "Oleh sebab itu, Indonesia berencana secepatnya untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade pada tahun 2032."

Keyakinan Presiden Jokowi memang berasalan. Sukses Indonesia menggelar Asian Games 2018 bisa jadi gambaran, betapa Bangsa ini sebenarnya siap menggelar ajang besar dunia sekali pun.

Infografis Indonesia Berkibar di 25 Cabang Olahraga Asian Games 2018
Infografis Indonesia Berkibar di 25 Cabang Olahraga Asian Games 2018. (Liputan6.com/Triyasni)

Sebab, secara umum, gelaran Asian Games sebenarnya tak berbeda jauh dengan Olimpiade. Secara infrastruktur, saat ini, Indonesia juga bisa dibilang sudah siap. Sisa sisa peninggalan alias legacy Asian Games kemarin bisa di-upgrade  jika memang dibutuhkan untuk menggelar Olimpiade.

Dari sisi kesiapan masyarakatnya, sudah jelas terlihat betapa besar animo dan antusias masyarakatnya. Apalagi, masih ada waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri lebih siap lagi sebelum 2032.

3 dari 3 halaman

Didukung IOC

Keakraban Jokowi - Prabowo Saat Kalungkan Medali Silat Asian Games 2018
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto, Menteri PANRB Syafruddin, dan atlet pencak silat peraih medali melakukan hormat usai pengalungan medali Asian Games 2018 di Jakarta Jakarta, Rabu (29/8). (Merdeka.com/Imam Buhori)

Keinginan Indonesia untuk jadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendapat dukungan penuh dari Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach. Dalam kunjungannya ke Jakarta, Bach mengaku merasakan euforia Asian Games yang begitu kuat.

Saat berbicara kepada bebarapa media terpilih, salah satunya Liputan6.com, Main Press Center Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center, (2/9), Bach menilai Indonesia telah jadi tuan rumah Asian Games yang sukses. Ia juga mengapresiasi kerja keras semua pihak, terutama dari pemerintah dan relawan yang tak hentinya membantu menyukseskan Asian Games.

Kondisi itu, kata pria asal Jerman ini, adalah posisi yang bagus untuk Indonesia untuk mengikuti bidding Olimpiade 2032. "Indonesia membuktikan bahwa mereka bisa melakukan pekerjaan yang besar dengan cara terbaik. Jadi mereka berada di jalan yang bagus untuk mengikuti bidding Olimpiade 2032," Bach menegaskan.

Nah, bagaimana Pak Presiden?

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Agnes Keleti, Atlet Peraih Medali Olimpiade Tertua