Petinggi LCR Honda Yakini Dani Pedrosa Hijrah ke Tim KTM

Oleh Liputan6.com pada 18 Agu 2018, 17:25 WIB
Diperbarui 18 Agu 2018, 17:25 WIB
Dani Pedrosa, MotoGP
Perbesar
Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa memutuskan pensiun setelah MotoGP 2018 berakhir. (Twitter/Repsol Honda)

Liputan6.com, Catalunya - Direktur olahraga tim LCR Honda, Oscar Haro, berani bertaruh jika Dani Pedrosa bakal menerima tawaran tim KTM untuk menjadi pembalap penguji pada 2019. Seperti diketahui, tahun ini menjadi akhir karier pemilik nomor 26 tersebut sebagai pembalap di kejuaraan grand prix.

Posisi Dani Pedrosa akan digantikan Jorge Lorenzo untuk berduet dengan Marc Marquez pada tahun depan. Meski sudah memutuskan pensiun, namun nama Pedrosa masih menjadi primadona.

Pembalap Spanyol itu dilaporkan tengah menimbang tawaran tim Honda dan KTM untuk menjadi penguji pada tahun depan.Namun, Haro meyakini Pedrosa akan menerima pinangan tim KTM sebagai tes rider dan menjadi pembalap Wild Card tim Austria tersebut.

Kehadiran Dani Pedrosa akan sangat membantu dalam proses pengembangan motor. "Saya yakin Dani akan bekerja di KTM sebagai test rider dan membuat penampilan di kejuaraan sebagai willd card," kata Haro dikutip dari Motociclismo, Sabtu (18/8/2018).

"KTM membutuhkannya. Saya pikir duo pemenang untuk KTM adalah Dani sebagai penguji dan Zarco sebagai pembalap nomor satu, karena untuk saat ini timnya masih terpuruk," tambahnya.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 dari 2 halaman

Motivasi Menurun

Dani Pedrosa, MotoGP
Perbesar
Aksi pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa pada MotoGP Italia 2018 di Sirkuit Mugello. (AP Photo/Antonio Calanni)

Haro ikut mengomentari kegagalan Pedrosa mempertahankan kursinya di MotoGP tahun depan. Menurutnya, tingkat persaingan di kejuaraan grand prix setiap tahun semakin kompetitif.

Haro pun melihat motivasi pembalap asal Spanyol itu mulai menurun. "Setiap pembalap harus memiliki motivasi yang kuat dan keinginan besar untuk menang, dan ketika kita tidak di 105 atau 110 persen dari kemampuan kita, maka pembalap tidak akan sampai ke tujuan," imbuh Haro. (David Permana)

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓