Yamaha Rancang Strategi Atasi Degradasi Ban di MotoGP Ceko

Oleh Liputan6.com pada 05 Agu 2018, 13:00 WIB
Diperbarui 05 Agu 2018, 13:00 WIB
Valentino Rossi

Liputan6.com, Jakarta Massimo Meregalli memberikan ucapan selamat kepada Valentino Rossi yang berhasil merebut posisi dua pada kualifikasi MotoGP Ceko di Sirkuit Brno, Sabtu (4/8/2018). Dia berharap hasil ini bisa dijadikan sebagai momentum untuk mengakhiri paceklik kemenangan yang belum dirasakan juara dunia tujuh kali MotoGP sejak di Assen, tahun lalu.

"Pertama-tama, selamat kepada Valentino untuk mengamankan barisan depan. Tidak mudah untuk mencapai ini terutama dalam kondisi panas. Dia sudah menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan untuk melakukannya sejak sesi pagi dan dia membuktikannya lagi ketika itu yang paling penting," kata Meregalli dikutip dari laman resmi Yamaha, Minggu (5/8/2018).

Meregalli memprediksi balapan di MotoGP Ceko akan seru mengingat barisan pertama dan kedua dihuni pembalap top dunia. Untuk menunjang penampilan Rossi dalam perebutan gelar, Meregalli sudah merancang strategi dalam mengatasi degradasi ban.

Permasalahan ban menjadi acuan yang penting buat para pembalap untuk menilai seberapa kompititifnya mereka di lintasan. Hal ini terjadi lantaran kondisi cuaca panas yang membuat ban cepat haus.

"Untuk kecepatan balap, kami membuat langkah yang bagus selama latihan bebas keempat dan kualifikasi, tapi kami belum puas. Kami akan terus bekerja dalam degradasi ban dengan tujuan untuk memberi Vale dan Maverick paket terbaik yang mungkin untuk balapan. Dan, ini akan terasa sulit buat pembalap menilai ban yang cocok untuk balapan," ujar Meregalli.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Masih Bingung

Valentino Rossi
Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. (Twitter/Yamaha MotoGP)

Valentino Rossi mengatakan pemilihan ban Michelin akan menjadi penting untuk perebutan podium pertama pada balapan di MotoGP Ceko, Minggu (5/8/2018). Hal ini disebabkan lantaran suhu panas di Sirkuit Automotodrom Brno.

Pada balapan seri ke-10 MotoGP ini, Rossi berhasil menempati posisi kedua di kualifikas setelah mencatatkan waktu 1 menit 54.956 detik. Meski berhasil membayangi kecepatan Andrea Dovizioso, namun dirinya masih merasa sulit untuk menentukan ban pada balapan nanti.

"Selama latihan saya berjuang, saya selalu berjuang karena kecepatan saya tidak terlalu kuat. Jadi kami mencoba untuk memahami hal-hal yang berbeda pada motor, terutama kombinasi ban yang berbeda, dari depan dan belakang," kata Rossi dikutip dari laman resmi Yamaha.

Kendati demikian, Rossi memperingatkan dirinya bakal merasa kesulitan di awal balapan mengingat suhu di lintasan sepanjang 5,4 km tersebut. Namun di beberapa lap selanjutnya, dia yakin bisa memberikan perlawanan untuk Dovizioso dan Marc Marquez.

3 dari 3 halaman

  Ogah Spekulasi

Valentino Rossi, MotoGP
Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi mengakhiri balapan MotoGP Jerman 2018 dengan podium kedua. (Twitter/Yamaha Motor)

Disinggung ban mana yang akan digunakan selama menjalani balapan akhir pekan ini, Rossi mengaku enggan berspekulasi. Ada kemungkinan dirinya bakal menggunakan ban lunak.

"Ya, bagi saya, itu adalah kesalahan untuk tidak mencoba yang keras ban belakang kemarin, karena mungkin dengan lebih banyak lap kita mungkin bisa mengerti lebih baik. Masalahnya saya tidak terlalu cepat. Berjudi? Biasanya saya tidak terlalu senang dengan spekulasi," katanya.

"Jika Anda pergi dengan soft Anda cepat di awal, tetapi sulit untuk tiba di akhir. Tapi kita harus melihat tentang suhu karena jika kita memiliki lebih sedikit suhu mungkin lebih mudah pada ban lunak," ujar Rossi.

(David Permana)

Lanjutkan Membaca ↓