Pembalap Indonesia Nyaris Gabung SIC Racing Team di Moto2

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 28 Jul 2018, 13:00 WIB
Dimas Ekky Pratama, Astra Honda Racing Team, Moto2

Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Indonesia, Dimas Ekky hampir saja dipinang SIC Racing Team untuk Moto2 2018. Dimas Ekky diproyeksikan menggantikan Zulfahmi Khairuddin.

Rider asal Malaysia itu mundur dari Moto2 saat seri keempat di Spanyol. Zulfahmi memutuskan mundur karena tidak mengalami perkembangan yang signifikan.

Zulfahmi yang diplot sebagai pengganti Hafizh Syahrin pun mundur. CEO SIC, Datuk Razlan Razali sebenarnya ingin membawa Dimas Ekky, tapi keinginannya itu bentrok karena masalah sponsor.

"Selepas Zulfahmi Khairuddin berhenti balapan, salah satu pembalap yang kami inginkan untuk menggantikannya adalah Dimas, pembalap Indonesia," kata Razlan di Jakarta.

"Mungkin sebabnya bisa dimaklumkan karena sponsor kami di Moto2 berkaitan dengan Kerajaan Malaysia. Mungkin Dimas tidak mau berkaitan dengan sponsor Kerajaan Malaysia, di sana kami ada Kementerian Pemuda dan Olahraga," ujarnya melanjutkan.

2 of 3

Rekrut Pembalap Finlandia

Dimas Ekky Pratama, CEV Moto2, Astra Honda Racing Team
Pembalap Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky Pratama, saat ini tampil di Moto2 European Championship 2018. (Astra Honda Motor)

Gagal merekrut Dimas Ekky, Razlan memutuskan untuk meminang pembalap Finlandia, Niki Tuuli, yang sudah tampil hingga Moto2 Jerman di Sirkuit Sachsenring.

"Bagi saya itu (sponsor dari negara) sebenarnya tidak ada masalah, karena sekarang ini kami menurunkan pembalap Eropa dari Finlandia dan dia menggunakan branding yang sama, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia."

"Selama kementerian kami tidak ada halangan, sebab memang kami tidak ada pembalap Malaysia yang bisa menggantikan Zulfahmi, jadi sepatutnya mengambil pembalap Asia, karena ini asian team," kata Razlan. 

3 of 3

Terima Keputusan Dimas Ekky

Razlan sendiri memutuskan pasrah dengan tolakan dari Dimas Ekky. Namun, dia juga tak menutup kemungkinan bakal meminang pembalap Indonesia lainnya.

"Tapi apa mau dibuat, itu keputusan mereka. Jadi kami terima saja lah dan kita harap pada masa yang akan datang, jika ada peluang, kita akan memberikan kepada pembalap Indonesia," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓