MotoGP: Punya Postur Kecil, Bos Honda Kagumi Fisik Pedrosa

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 27 Jul 2018, 08:00 WIB
Diperbarui 27 Jul 2018, 08:00 WIB
MotoGP, Dani Pedrosa
Perbesar
Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa mampu mengatasi keterbatasan fisiknya untuk tetap kompetitif di MotoGP. (Twitter/Repsol Honda)

Liputan6.com, Jakarta - Dani Pedrosa memiliki ukuran tubuh yang tak normal sebagai pembalap MotoGP. Itu karena posturnya yang begitu kecil, berbeda dengan kebanyakan pembalap. Namun, hal itu terbukti tak jadi penghalang Pedrosa untuk berkompetisi.

Di antara pembalap lain di MotoGP, Pedrosa terbilang yang paling kecil. Alberto Puig yang notabene Team Principal Honda adalah orang yang paling mengenal Pedrosa sebagai pembalap. Sebab, Puig adalah sosok yang menemukan bakat Pedrosa untuk jadi pembalap di kelas 125 cc dan 250cc.

Ia memilih Pedrosa dari ratusan remaja yang mengikuti ajang pencarian bakat Movistar. Terbukti, Pedrosa memenangkan tiga gelar juara dunia, yakni satu di kelas 125cc dan dua di 250cc. Setelah lima musim di kelas rendah, ia pun naik ke MotoGP pada musim 2006.

Puig dan Pedrosa terus berkolaborasi hingga berpisah usai MotoGP 2013. Kolaborasi keduanya di MotoGP menghasilkan predikat runner-up pada musim 2007, 2010, dan 2012. Meski telah lama bekerja sama, Puig masih heran dengan kehebatan Pedrosa menunggangi motor MotoGP yang memiliki bobot 157 kg.

"Saya ada di sana pada awal karier Pedrosa dan sekarang saya di sini. Saya pikir Dani melakukan karier yang sangat bagus. Ia memiliki banyak kemenangan dan saya pikir ia telah melakukan pekerjaan yang hebat," ujar Puig, dikutip Crash.

"Jika saya harus menyebutkan satu hal, saya pikir ia melakukan upaya hebat karena ia adalah pria yang sangat kecil dan ia bertarung dengan mesin yang sangat besar. Bagi saya, ini adalah hal tersulit yang harus ia tangani. Tapi potensi dan tekniknya membuatnya bisa melakukannya," Puig menambahkan.

2 dari 3 halaman

Peran Baru Pedrosa

Dani Pedrosa
Perbesar
Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa menghadiri sesi konferensi pers jelang MotoGP Jerman di Hohenstein-Ernstthai, Kamis (12/7). Keputusan pensiun pembalap Spanyol ini sangat disayangkan oleh rekan-rekan dan penggemarnya. (Jan Woitas/dpa via AP)

Entah berhubungan atau tidak, postur kecil membuat Pedrosa terlalu mudah mengalami cedera. Tak jarang pula cedera datang saat pembalap berusia 32 tahun itu memiliki peluang emas untuk jadi juara dunia MotoGP.

Kini, petualangan Pedrosa bersama Honda akan berakhir pada akhir musim ini. Konon, Honda akan memberikan peran baru kepada pembalap asal Spanyol itu, yakni sebagai pembalap penguji.

"Kami sedang berbicara. Ia tahu pendapat dari Honda. Jika ia ingin melanjutkan sebagai penguji, itu adalah hidupnya dan kami menghormati apa yang akan ia lakukan dan posisi yang telah ia ambil," Puig menegaskan.

3 dari 3 halaman

Rapor Pedrosa di Semua Kelas

125cc

46 balapan, 8 menang, 17 podium, 9 pole, 5 fastest lap, 566 poin

250cc

32 balapan, 15 menang, 24 podium, 9 pole, 15 fastest lap, 626 poin

MotoGP

208 balapan, 31 menang, 112 podium, 31 pole, 44 fastest lap, 2902 poin

Lanjutkan Membaca ↓