Juara Piala Dunia, Raphael Varane Marah Selalu Dibandingkan dengan Ramos

Oleh Defri Saefullah pada 19 Jul 2018, 07:45 WIB
Diperbarui 19 Jul 2018, 07:45 WIB
Raphael Varane, Piala Dunia 2018

Liputan6.com, Jakarta Raphael Varane sudah semakin matang sebagai pemain sepak bola. Di usianya yang baru 25 tahun, dia sudah merebut banyak trofi termasuk yang paling bergengsi trofi Piala Dunia 2018.

Meski begitu, Varane kerap dibandingkan dengan kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Bek Timnas Prancis itu mengaku kesal karena selalu dibandingkan dengan Ramos.

Dengan bangga, Raphael Varane mengatakan punya gaya bermain sendiri. Perbandingan-perbandingan yang dilontarkan banyak pihak membuatnya jadi marah.

"Mereka terkadang meminta saya main seperti Sergio Ramos, lebih agresif, seperti ini dan itu. Saya punya gaya main sendiri dan itu berjalan baik hingga sekarang," katanya seperti dikutip L'Equipe.

Dia mengatakan banyak yang berusaha untuk mengubah gaya bermainnya. Itu, diakuinya, terjadi di banyak waktu.

 

 

2 dari 3 halaman

Diterima Apa Adanya

Raphael Varane
Bek Timnas Prancis Raphael Varane merayakan gol ke gawang Uruguay pada laga 8 besar Piala Dunia 2018 di Nizhny Novgorod Stadium, Jumat (6/7/2018). (AFP/Mladen Antonov)

Dia meminta publik untuk menerima dia apa adanya. Itu juga yang dialami Ramos yang sudah jadi paling pintu solid buat Real Madrid dan Timnas Spanyol.

"Itu membuat saya marah saat diminta jadi Sergio Ramos. Apakah mereka juga meminta Ramos jadi pemain lain? Publik menerima dia apa adanya, dia Ramos. Dan sekarang, saya mulai diterima dan dipahami seperti apa saya sebenarnya," ujarnya.

Varane mengatakan, dirinya punya karakter. Itu sudah terjadi sejak dia main sepak bola di usia 7 tahun.

"Betul, saya ramah tapi tidak hanya itu. Anda tak bisa main selama 7 tahun di Real Madrid tanpa punya karakter," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Puji Mbappe

Di luar itu, Varane juga memuji pemain muda Timnas Prancis, Kylian Mbappe. Dia mengatakan tak pernah jumpa pemain muda sejenius pemain PSG itu.

"Saya pernah jumpa dengan pemain-pemain hebat, tapi ini pertama kali jumpa dengan yang muda! Saat saya bicara dengan dia soal taktik, dia tak membiarkan saya selesai bicara. Dia paham semuanya dengan cepat," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓