Legenda Barcelona Komentari Sukses Real Madrid di Liga Champions

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 01 Jun 2018, 06:36 WIB
Diperbarui 03 Jun 2018, 06:13 WIB
Xavi Hernandez, Barcelona, Real Madrid

Liputan6.com, Sukses Real Madrid menjuarai Liga Champions 2017/2018 menimbulkan komentar dari dua sisi. Ada yang memuji keberhasilan mereka yang meraih gelar tiga musim beruntun, ada juga yang menghujat karena mereka dianggap menghalalkan segala cara.

Kepastian Real Madrid tampil sebagai juara Liga Champions didapat usai mereka menaklukkan Liverpool 3-1 pada final di NSK Olimpijs'kyj, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB. Dan itu jadi kali ketiga mereka mengangkat trofi gelar juara.

Namun, kemenangan itu dianggap tidak layak diterima Los Blancos. Itu karena ada faktor keberuntungan yang dinilai memiliki andil. Mereka diuntungkan dengan dua blunder kiper Liverpool, Loris Karius. Lalu, mereka juga diuntungkan dengan cederanya Mohamed Salah.

Xavi Hernandez, mantan pemain Barcelona yang kini bermain untuk tim asal Qatar, yakni Al Sadd ikut mengomentari sukses Real Madrid. Menurutnya, Los Blancos seperti sudah ditakdirkan untuk tampil sebagai juara.

"Real Madrid memiliki segalanya yang berjalan sesuai keinginan mereka. Cedera pemain seperti Neymar, (Arjen) Robben, (Jerome) Boateng, wasit, pemain paling Liverpool (MOhamed Salah), kesalahan dari kiper Bayern (Munchen) dan Liverpool. Itu seperti kutukan," ujar Xavi, dikutip Barca Blaugranes.

 

2 of 2

Maksimalkan Pemain Anyar

Real Madrid, Liverpool, Liga Champions
Para pemain Real Madrid merayakan kemenangan Liga Champions di Monumen Cibeles, Madrid, Minggu (27/5/2018). Real Madrid menggelar pawai kemenangan bersama fans usai menjuarai Liga Champions 2018. (AP/Francisco Seco)

Selain itu, ada satu hal yang membuat Madrid dan Barcelona saat ini memiliki rapor kesuksesan yang berbeda. Ini adalah soal memaksimalkan perekrutan pemain baru. Barca sendiri sudah menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan pemain baru.

Sepanjang musim panas 2017 saja, mereka menghabiskan 197 juta euro. Biaya itu digunakan untuk merekrut Ousmane Dembele, Nelson Semedo, Paulinho, Yerry Mina, dan Philippe Coutinho. Berbeda dengan Madrid yang hanya membeli Dani Ceballos dan Theo Hernandez.

"Madrid memiliki gen pemenang dan Barca telah tertidur selama bertahun-tahun. Mereka yang membuat pemain tak tahu apa yang mereka lakukan dan Anda membayar untuk itu. Barca memang memenangkan gelar, tapi yang lain memenangkan Liga Champions," Xavi menegaskan.

Lanjutkan Membaca ↓